Breaking News:

Virus Corona

Menteri Pariwisata Tetsuo Saito Berencana Meningkatkan Jumlah Wisatawan Asing ke Jepang

Pemerintah berencana membatasi penerimaan wisman (wisatawan mancanegara), untuk sementara waktu lebih dikhususkan kepada pemandu wisata.

Editor: Dewi Agustina
NHK
Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Tetsuo Saito (79). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Tetsuo Saito mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing yang boleh memasuki Jepang.

"Pemerintah akan melanjutkan masuknya turis asing mulai tanggal 10 Juni. Tentu menjaga protokol kesehatan tetap dilakukan seperti memakai masker pada saat acara," papar Menteri Tetsuo Saito, Jumat (27/5/2022).

Di sisi lain, pemerintah berencana membatasi penerimaan wisman (wisatawan mancanegara), untuk sementara waktu lebih dikhususkan kepada pemandu wisata.

"Kami ingin mempertimbangkan apakah target akan diperluas ke wisatawan asing pada perjalanan individu secara keseluruhan. Pemerintah Jepang akan mempertimbangkan situasi infeksi di Jepang dan luar negeri untuk keputusan tersebut di masa mendatang," kata Menteri Saito.

Baca juga: Buntut Tenggelamnya Kapal Wisata Kazui I, Menteri Transportasi Jepang Diminta Mengundurkan Diri

Saat ini turis dengan kategori status biru yang bisa masuk ke Jepang.

Selain itu vaksinasi lengkap dengan vaksin Pfizer, Moderna dan AstraZeneca menjadi persyaratan utamanya.

Masuknya turis asing ke Jepang juga difokuskan kepada organisasi travel yang terdaftar sebagai penerima di Jepang diakui pemerintah Jepang seperti JTB.

Masuknya turis dibuka pertama kali sejak 24 Mei 2022 setelah tertunda 2 tahun ditandai dengan masuknya 7 orang dari Amerika Serikat.

Ketujuh orang tersebut akan dibagi menjadi dua kelompok dan akan mengunjungi Kuil Zenkoji di Prefektur Nagano dan Shirakawa-go di Prefektur Gifu selama 7 malam 8 hari.

"Sudah dua tahun saya tidak bisa datang dan pergi (ke luar negeri). Kami ingin melihat tindakan pengendalian infeksi apa yang dilakukan di tempat tujuan wisata, hotel, dan restoran," kata peserta tur.

Baca juga: Sepanjang 2021, Total 7.167 Pemagang Asing di Jepang Menghilang

Ke depan, sekitar 50 orang dari Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Thailand akan mengunjungi Jepang dan akan dibagi menjadi 15 tur, dengan jumlah masing-masing kurang dari 4 orang mengunjungi 12 prefektur.

Menanggapi proyek percontohan ini, Badan Pariwisata Jepang akan membuat pedoman yang merangkum apakah langkah-langkah pengendalian infeksi diikuti dan apa yang harus dilakukan ketika orang yang terinfeksi dikonfirmasi, dan akan mempromosikan penerimaan wisatawan asing lebih lanjut memasuki Jepang di masa depan mulai Juni 2022.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved