Kasus Monkeypox di Italia Bertambah Jadi 20, Diprediksi Terus Meningkat

Kasus cacar monyet (Monkeypox) di Italia telah bertambah menjadi 20 dan diprediksi terus meningkat lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

360nobs.com
Kondisi bocah Afrika yang badannya terserang virus cacar monyet atau monkeypox. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Kasus cacar monyet (Monkeypox) di Italia telah bertambah menjadi 20 dan diprediksi terus meningkat lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan negara itu, Pierpaolo Sileri pada Rabu kemarin.

"Kami memiliki 20 kasus di Italia, 19 adalah semua orang yang telah melakukan perjalanan di mana ada rantai penularan, dan mungkin ini belum dikonfirmasi," kata Sileri.

Baca juga: Pakar UEA: Vaksin Cacar Tawarkan 85 Persen Perlindungan terhadap Virus Monkeypox

Dikutip dari laman Reuters, Kamis (2/6/2022), ia kemudian menjelaskan bahwa otoritas Italia tengah menunggu masa inkubasi virus tersebut.

Menurutnya, akan ada kasus tambahan seiring dengan masa inkubasi itu.

Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik.
Roche mengklaim berhasil menemukan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dapat mendeteksi penyakit cacar monyet (Monkeypox), saat virus itu menyebar ke luar dari negara endemik. (rte.ie)

"Ada masa inkubasi beberapa minggu, jelas bahwa kami akan memiliki lebih banyak dalam beberapa hari mendatang," jelas Sileri.

Saat ini, ada lebih dari 20 negara di mana Monkeypox tidak menjadi endemik telah melaporkan wabah penyakit virus itu, dengan sebaran lebih dari 300 kasus infeksi yang dikonfirmasi atau diduga, mayoritas ditemukan di Eropa.

Wabah ini pun kini meningkatkan kewaspadaan secara global.

Hal itu karena Monkeypox yang menyebar melalui kontak erat dan kali pertama ditemukan pada monyet ini, selama ini sebagian besar terjadi di wilayah Afrika Barat dan Tengah, serta hanya sesekali menyebar ke tempat lain.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved