Konflik Rusia Vs Ukraina

Salahkan Barat, Putin Tegaskan Krisis Pangan dan Energi Dunia Bukan karena Invasi Rusia

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan bahwa operasi militernya di Ukraina tidak ada hubungannya dengan krisis energi dan pangan dunia.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
AFP/ALEXANDER VILF
Presiden Rusia Vladimir Putin menyapa penonton saat menghadiri konser yang menandai ulang tahun kedelapan pencaplokan Krimea oleh Rusia di stadion Luzhniki di Moskow. (18 Maret 2022). (Alexander VILF/POOL/ AFP) 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan bahwa operasi militernya di Ukraina tidak ada hubungannya dengan krisis energi dan pangan dunia.

Putin menilai kebijakan ekonomi dan keuangan Barat mendalangi krisis global saat ini.

Mengutip dua sumber CNN yakni mantan dan pejabat energi, mereka mengaku khawatir bahwa invasi Rusia ke Ukraina, setelah bertahun-tahun kurangnya invasi di sektor energi, telah membuat dunia jatuh dalam krisis seperti krisis minyak tahun 1970-an dan awal 1980-an. 

Presiden AS, Joe Biden, menyalahkan invasi Rusia atas kenaikan harga domestik dan kekurangan pasokan pangan global.

Baca juga: Lagi, Jenderal Rusia Dilaporkan Tewas di Ukraina Timur

Baca juga: Senjata AS Ini yang Bikin Putin Kalap, Sistem Roket Himars Bisa Sebabkan Pasukan Rusia Kocar-kacir

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu meninggalkan Lapangan Merah setelah parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. Rusia merayakan ulang tahun ke-77 kemenangan atas Nazi Jerman selama Perang Dunia II.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu meninggalkan Lapangan Merah setelah parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. Rusia merayakan ulang tahun ke-77 kemenangan atas Nazi Jerman selama Perang Dunia II. (AFP)

Menanggapi hal ini, Putin balik menyalahkan Amerika Serikat karena menyuntikkan dana besar ke dalam ekonominya "sebagai cara untuk memerangi konsekuensi dari pandemi virus corona, yang menyebabkan inflasi dan situasi yang tidak menguntungkan di pasar makanan, karena pertama-tama, harga pangan naik."

Ia juga menyinggung "kebijakan picik negara-negara Eropa, dan terutama Komisi Eropa, di sektor energi" sebagai alasan lain untuk krisis di pasar pangan dan energi.

"Di antaranya, Eropa tidak mendengarkan permintaan mendesak kami untuk mempertahankan kontrak jangka panjang untuk pasokan gas alam yang sama ke negara-negara Eropa, dan mereka juga mulai (mengakhiri kontrak)," kata Putin.

"Ini berdampak negatif pada Pasar energi Eropa: Harga merangkak naik. Rusia sama sekali tidak ada hubungannya dengan itu," ujarnya, dalam wawancara dengan saluran TV Rossiya-1, yang disiarkan pada Minggu (5/6/2022).

Ia mengatakan, pupuk mengalami kenaikan harga menyusul gas karena sebagian dari produksi pupuk menggunakan gas.

"Semuanya saling berhubungan," tambah Putin.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved