Wah, China Dituding Bangun Pangkalan Militer di Kamboja, Apa Reaksi Beijing?

Pemerintah China dikabarkan tengah membangun sebuah pangkalan militer di Kamboja tepatnya di kawasan Laut Ream di Teluk Thailand.

The Washington Post/AP
Tentara Kamboja di Pangkalan Militer Ream, 29 Juli 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Pemerintah China dikabarkan tengah membangun sebuah pangkalan militer di Kamboja tepatnya di kawasan Laut Ream di Teluk Thailand.

Munculnya kabar ini memicu kekhawatiran AS hingga Australia akan adanya ekspansi militer Beijinh yang dapat mengancam kedaulatan dikawasan laut Indo Pasifik mengingat pada 2017 lalu, Pemerintah China secara diam-diam telah membangun pangkalan laut di negara Djibouti, Afrika Timur.

Hal inilah yang kemudian membuat AS yakin apabila pembangunan pangkalan militer di Kamboja sengaja dilakukan China untuk memperkuat keberadaan angkatan lautnya di kawasan Ream, dimana lokasi tersebut merupakan tempat paling strategis di kawasan Indo Pasifik, dikutip dari The Guardian.

“China ingin menjadi kekuatan strategis terkemuka di Asia, bahkan mungkin ingin menjadi kekuatan dominasi di Asia, mendorong AS keluar dan memiliki pangkalan asing di sekitar area tersebut.” ujar Sam Roggeveen, direktur program keamanan internasional Lowy Institute.

Baca juga: China Dilaporkan Diam-diam Bangun Pangkalan Militer di Kamboja

Menurut informasi dari pejabat barat yang tidak disebutkan namanya, pangkalan baru tersebut rencananya akan digunakan China untuk menjanyadarkan kapal – kapal besar milik angkatan laut China. Dengan begitu anggota militer China dapat dengan mudah menguasai kaawasan laut tersebut.

Baca juga: China Bantah Bangun Pangkalan Militer di Kamboja, Sebut AS Ikut Campur

Mengetahui berbagai tudingan buruk mengenai negeri tirai bambu, membuat Menteri Luar negeri China, Wang Yi dengan tegas membantah adanya kegiatan operasi militer dengan tujuan untuk memperkuat kekuasaan militer Beijing di Indo Pasifik.

Pihaknya menambah, pembangunan pangkalan tersebut nantinya akan digunakan untuk pusat penelitian para ilmuan serta untuk memperdalam jalinan persahabatan yang erat antara Rusia dan Kamboja.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved