Pertama Kalinya, Kim Jong Un Tunjuk Menteri Luar Negeri Korea Utara dari Kalangan Perempuan

Untuk pertama kalinya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-u menteri luar negeri perempuan di negara komunis itu.

Editor: Hasanudin Aco
AFP
File foto ini diambil pada 1 Maret 2019 menunjukkan Choe Son Hui, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, berpose untuk foto menjelang upacara penyambutan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tidak digambarkan) di Istana Kepresidenan di Hanoi. Saat ini dia baru saja diangkat jadi Menteri Luar Negeri Korea Utara pertama dari kalangan perempuan. 

TRIBUNNEWS.COM, PYONGYANG - Untuk pertama kalinya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-u menteri luar negeri perempuan di negara komunis itu.

Kim Jong-un menunjuk diplomat karier Choe Son-hui, Sabtu (11/6/2022), sebagai menteri luar negeri menggantikan Ri Son-Gwon.

Dilaporkan kantor berita Korea Utara KCNA, Choe Son-hui ditunjuk pada saat Rapat Paripurna Komite Pusat Partai Buruh Korea.

Dikutip dari CNN, Choe Son-hui merupakan negosiator top nuklir Korea Utara.

Choe merupakan pembantu dekat Kim Jong-un saat berlangsung pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat (AS), yang saat itu masih dipimpin oleh Donald Trump.

Baca juga: Sosok Choe Son Hui, Juru Runding Nuklir yang Jadi Menteri Luar Negeri Wanita Pertama Korea Utara

Penunjukan Choe terjadi di tengah peringatan dari AS atas uji coba rudal Korea Utara.

Sebelumnya pada Selasa (7/6), perwakilan khusus AS untuk kebijakan Korea Utara, Sung Kim memperingatkan Washington. Ia meyakini Korea Utara tengah menyiapkan uji coba nuklir ketujuh.

Hal itu akan sekaligus menjadi uji coba nuklir Korea Utara pertama sejak 2017.

Choe yang lahir di Pyongyang pada 1964, menurut data Kementerian Unifikasi Korea Selatan, adalah putri dari mantan Perdana Menteri Korea Utara, Choe Yong-rim.

Choe Son-hui pertama kali muncul di media pada 1997, sebagai penerjemah untuk delegasi Korea Utara pada pertemuan empat pihak untuk negosiasi nuklir dengan negara tetangga.
Peranan penting Choe terjadi saat memimpin negoasiasi alot dengan AS di era Trump terkait nuklir.

Pernyataannya yang dipublikasikan oleh media Korea Utara saat itu berganti-ganti, antara mengancam melakukan pertarungan nuklir, dan atau menawarkan dialog.

Ia juga menemani Kim Jong-un dalam pertemuan di Singapura 2018, dan Hanoi setahun kemudian, duduk di samping sang pemimpin di meja negosiasi.

Pada pernyataan terakhirnya pada Maret tahun lalu, Choe Son-hui meminta AS untuk menghentikan kebijakan bermusuhannya ke Korea Utara, termasuk latihan bersama militer Korea Selatan.

Sejumlah negara juga menunjuk perempuan sebagai menteri luar negeri seperti Indonesia Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi yang sejak awal kepemimpinan Jokowi ditunjuk menangani kebijakan luar negeri Indonesia.

Bulan ini juga, Perdana Menteri Australia yang baru, Anthony Albanese, menunjuk Penny Wong sebagai menteri luar negeri negara tetangga Indonesia itu.

Wong adalah wanita keturunan Malaysia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved