Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Tetap Kokoh Meski Banyak Dihujani Sanksi dari Barat, Departemen Keuangan AS: Fatamorgana

Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut klaim Rusia tetap kokoh meski dihujani sanksi dari Barat adalah bagaikan fatamorgana.

Penulis: Tiara Shelavie
DW.com
Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) pada Jumat (17/6/2022). 

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, pejabat tinggi Departemen Keuangan mengatakan mereka tetap yakin sanksi mereka akan berhasil.

Baca juga: Pidato Putin di SPIEF: Tertunda 90 Menit karena Serangan Siber, Salahkan Barat Atas Ekonomi Rusia

Baca juga: Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad Terima Kunjungan Duta Besar dan Ulama Rusia

Mereka yakin bahwa di bawah permukaan, cerita yang jauh lebih mengerikan sedang berlangsung dalam ekonomi Rusia, di mana mereka berpendapat bahwa kerusakan nyata dan abadi sedang terjadi.

"Pemerintah AS telah menyaksikan narasi 'Lihat Rusia -- lihat nilai rubel yang tinggi, wow, Rusia benar-benar telah mengalahkan sanksi ini!' dan kami seperti, 'Tidak!' Itu pesan yang salah untuk diambil,'" kata seorang pejabat senior Departemen Keuangan, merinci hasil berbulan-bulan kerja yang telah mereka lakukan untuk membuat sanksi terhadap Rusia.

Saat para pejabat tinggi militer AS di Pentagon menyaksikan perang panas berlangsung di Ukraina, era baru perang ekonomi sedang berlangsung.

Era perang baru itu dilakukan oleh pengacara pemerintah, akuntan, ekonom, dan ahli keuangan yang bekerja keras di balik ruangan aman tanpa khwatir terkena bom.

"Mereka seperti prajurit kutu buku kami," kata seorang pejabat senior administrasi sambil tersenyum kagum.

Dibandingkan dengan langkah-langkah ekstrem seperti menyita kapal pesiar oligarki dan memberikan sanksi kepada pacar Presiden Vladimir Putin, manuver rumit yang dimaksudkan untuk menghancurkan pilar ekonomi Rusia dilakukan dengan sedikit keributan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu meninggalkan Lapangan Merah setelah parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. - Rusia merayakan ulang tahun ke-77 kemenangan atas Nazi Jerman selama Perang Dunia II. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu meninggalkan Lapangan Merah setelah parade militer Hari Kemenangan di Moskow tengah pada 9 Mei 2022. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP) (AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)

Ketika Kremlin telah bergerak untuk menunjukkan tanda-tanda stabilitas ekonomi, pejabat Departemen Keuangan telah mengambil tindakan yang lebih agresif, termasuk serangkaian langkah halus akhir bulan lalu yang membekukan perdagangan obligasi Rusia.

Aksi itu hampir pasti akan menyebabkan Moskow gagal membayar utang pemerintahnya untuk pertama kalinya sejak Revolusi Rusia pada tahun 1918.

Namun, Putin terus menyebut sanksi itu tidak berhasil.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved