Konflik Rusia Vs Ukraina

Amerika Bantu Perkuat Pertahanan Udara Ukraina dengan Membangun Sistem Iron Dome

Kehebatan Iron Dome dalam menahan serangan tak diragukan lagi, MarketWatch melaporkan Iron Dome memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 90 persen

NET
IRON DOME - Sistem pertahanan rudal Iron Dome. Amerika Bantu Perkuat Pertahanan Udara Ukraina dengan Membangun Sistem Iron Dome 

Laporan Wartawan Tribunnews, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Memanasnya serangan invasi yang dilakukan Rusia hingga memporak-porandakan berbagai kota besar di Ukraina. Hal tersebut telah membuat Amerika Serikat (AS) berencana untuk membangun sebuah sistem pertahanan udara yang dinamai Iron Dome.

Dengan menerjunkan platform teknologi asal San Francisco, JustAnswer nantinya perusahaan ini akan bekerja sama dengan Ukraina untuk memodernisasi sistem udara Kiev melalui Iron Dome, dengan tujuan untuk menahan serangan rudal yang dikirimkan Rusia.

"Teknologi Ukraina sudah tua dan lambat, Jika kita bisa menutup langit di atas Ukraina, Ukraina akan memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk memenangkan perang ini dan memenangkan demokrasi," kata CEO JustAnswer, Andy Kurtzig.

Baca juga: Uni Eropa: Blokade Gandum Ukraina oleh Rusia Bentuk Kejahatan Perang

Inisiatif ini muncul setelah Moskow mulai meningkatkan serangan rudalnya di Toshkivka menjelang pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa (UE), untuk menerima Kiev bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Serangan tersebut tentunya makin menambah kerugian bagi Ukraina, baik kerugian fisik maupun material.

Menurut Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mencatat, invasi udara yang dilakukan Rusia selama empat bulan telah menyebabkan 4.509 korban sipil tewas serta 5.585 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sementara untuk total kerugian perang, Kyiv School of Economics melaporkan bahwa kerusakan infrastruktur Ukraina hingga saat ini telah tembus lebih dari 100 miliar dolar AS.

Hal inilah yang membuat AS prihatin, hingga pihaknya berencana untuk memasang sistem Iron Dome di delapan wilayah udara paling rawan di Ukraina, dengan tujuan untuk menghancurkan serta mencegah masuknya rudal, roket dan peluru artileri milik tentara Rusia.

Kehebatan Iron Dome dalam menahan serangan tak bisa diragukan lagi, MarketWatch melaporkan Iron Dome memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 90 persen dalam mendeteksi dan menghancurkan rudal yang masuk. Dengan begini Ukraina memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk meredam serangan Rusia.

Baca juga: Rusia Tak Bisa Jamin Tentara AS di Ukraina Bakal Lolos dari Hukuman Mati

Dalam mensukseskan rencana tersebut JustAnswer tak sendiri melansir dari Foxnews, pihaknya akan dibantu oleh beberapa mitra asal Ukraina seperti Administrasi Militer Lviv, Komando Udara Ukraina Barat, beserta Asosiasi Perangkat Lunak, itSMF Jepang.

Sebelum adanya rencana pembangunan sistem udara ini, Duta Besar Ukraina untuk Israel Yevgen Korniychuk diketahui telah meminta bantuan Israel untuk menjual sistem pertahanan udara Iron Dome ke Kiev pada awal bulan ini.

Namun karena Israel tak menyetujui rencana tersebut. Akhirnya AS berinisiatif untuk membantu Ukraina dengan membangun sendiri sistem pertahanan udaranya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved