Sri Lanka Bangkrut

Usai Digeruduk Warga, Presiden Sri Lanka dan Seluruh Kabinet Pilih Mengundurkan Diri

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan seluruh anggota kabinet memilih mengundurkan diri menyusul aksi masyarakat geruduk kediaman resmi.

AFP, tangkap layar tweet @ahmermkhan
Kolase foto Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (kiri) dan aksi demonstrasi di gedung presiden (kanan) pada Sabtu (9/7/2022). - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan seluruh anggota kabinet memilih mengundurkan diri menyusul aksi masyarakat geruduk kediaman resmi. 

Kebijakan itu pun telah dicabut pemerintah.

Keuangan negara lumpuh karena utang yang menumpuk dan potongan pajak warisan rezim Rajapaksa.

Cadangan devisa dengan cepat habis karena harga minyak naik.

Negara ini bahkan hampir tidak memiliki dolar yang tersisa untuk mengimpor bahan bakar.

Inflasi utama di negara berpenduduk 22 juta ini mencapai 54,6 persen bulan lalu, dan bank sentral telah memperingatkan bahwa itu bisa naik menjadi 70 persen dalam beberapa bulan mendatang.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved