Kamis, 30 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

UPDATE Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-141: Turki Pastikan Keamanan Pengiriman Gandum Ukraina

Update invasi Rusia ke Ukraina hari ke-141, Kamis (14/7/2022), kelanjutan ekspor gandum Ukraina telah disepakati di Istanbul, Turki.

Tayang:
World Grain
Ilustrasi biji gandum. Invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki hari ke-141 pada Kamis (14/7/2022). Diketahui, kelanjutan ekspor gandum Ukraina telah disepakati di Istanbul dengan pembentukan pusat koordinasi dan pemantauan. 

TRIBUNNEWS.COM - Invasi Rusia ke Ukraina masih berjalan dan memasuki hari ke-141 pada Kamis (14/7/2022).

Pada hari ke-141, kelanjutan ekspor gandum Ukraina telah disepakati di Istanbul dengan pembentukan pusat koordinasi dan pemantauan.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan Ankara akan memastikan keamanan pengiriman dalam perjalanan dan para pihak akan bersama-sama memeriksa kargo gandum di pelabuhan, setelah pejabat dari Ukraina, Rusia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Turki bertemu untuk pembicaraan di Istanbul pada hari Rabu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB  António Guterres menggambarkan pembicaraan itu sebagai “langkah maju yang kritis”.

Tetapi, menurutnya ebih banyak pekerjaan diperlukan sebelum kesepakatan akan ditandatangani minggu depan.

Berikut Tribunnews.com rangkum serangkaian peristiwa yang terjadi selama perang Rusia di Ukraina, seperti dikutip The Guardian.

Baca juga: Putin Tempatkan Seluruh Pasukan Cadangan ke Perbatasan Ukraina, Barat: Akan Terjadi Serangan Besar

Sekitar 130 kapal kargo memuat gandum Ukraina terjebak di Laut Hitam

Kemacetan lalu lintas disebabkan lebih dari 130 kapal kargo yang memuat gandum Ukraina terjebak di Laut Hitam untuk melewati Sungai Danube.

Kapal-kapal sedang menunggu untuk mengakses rute keluar melalui kanal muara Sulina dan Bystre untuk mencapai serangkaian pelabuhan dan terminal di Rumania dari mana biji-bijian dapat diangkut ke seluruh dunia.

Pasukan Rusia dan proksi dilaporkan telah memasuki kota Siversk di wilayah Donetsk Ukraina, menurut laporan media Rusia.

Kantor berita negara Tass mengutip Vitaly Kiselyov, seorang pejabat dari Republik Rakyat Luhansk, yang mengatakan kota itu bisa jatuh dalam beberapa hari, tetapi tidak jelas apa yang mendasari klaim itu.

Soal gencatan senjata Rusia-Ukraina

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, telah mengesampingkan penyerahan wilayah ke Rusia sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Dalam sebuah pengarahan, Kuleba mengatakan tidak ada pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara Moskow dan Kyiv “karena posisi Rusia dan agresinya yang berkelanjutan terhadap negara kami”.

Baca juga: Pengamat: Sekutu Utama Putin Dukung Rusia tapi Tidak Ingin Ikut Perang di Ukraina

Rusia paksa 2 juta orang Ukraina pindah

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia secara paksa memindahkan hampir 2 juta orang dari Ukraina, termasuk beberapa ratus ribu anak -anak, sejak invasinya ke Kyiv.

"Puluhan ribu orang Ukraina ditahan di kamp-kamp penyaringan di wilayah yang sementara diduduki Rusia," kata Zelenskiy dalam pidato video di Konferensi Kepemimpinan Asia di Seoul pada Rabu (13/7/2022).

Korban tewas di Chasiv Yar bertambah jadi 48 orang

Korban tewas akibat serangan rudal Rusia akhir pekan lalu di blok apartemen perumahan di Chasiv Yar di Ukraina timur telah meningkat menjadi sedikitnya 48 orang.

Menurut Kyiv, bangunan tempat tinggal itu terkena roket Rusia yang ditembakkan dari sistem truk pada Sabtu malam.

Layanan darurat Ukraina awalnya memberikan korban tewas 10, tetapi ketika tim penyelamat terus menyisir puing-puing , jumlah itu meningkat.

Pasukan Rusia diprediksi fokus di kota kecil sekitar Donbas

Pasukan Rusia mungkin akan fokus untuk mengambil beberapa kota kecil Donbas selama minggu mendatang, termasuk Siversk dan Dolyna dalam pendekatan ke Slovyansk dan Kramatorsk, menurut Kementerian Pertahanan Inggris.

“Wilayah perkotaan Slovyansk dan Kramatorsk kemungkinan tetap menjadi tujuan utama untuk fase operasi ini,” kata laporan intelijen Inggris.

Baca juga: Vasyl Hamianin: Serangan dari Rusia ke Ukraina Berhenti Sehari Saat Presiden Jokowi Berkunjung

Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 10 Juli 2022 oleh Layanan Darurat Ukraina menunjukkan tim penyelamat bekerja di reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan rudal Rusia di sebuah bangunan tempat tinggal empat lantai di Chasiv Yar, Distrik Bakhmut di Ukraina timur.
Gambar selebaran ini diambil dan dirilis pada 10 Juli 2022 oleh Layanan Darurat Ukraina menunjukkan tim penyelamat bekerja di reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan rudal Rusia di sebuah bangunan tempat tinggal empat lantai di Chasiv Yar, Distrik Bakhmut di Ukraina timur. (AFP/HANDOUT)

Korea Utara secara resmi akui Republik Rakyat Donetsk

Korea Utara telah secara resmi mengakui Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri dan Republik Rakyat Luhansk yang memproklamirkan diri, wilayah pendudukan pro-Rusia di timur Ukraina.

Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) menjadi satu-satunya negara anggota PBB ketiga yang mengakui mereka sebagai otoritas yang sah, setelah Rusia dan Suriah.

Sebagai tanggapan, kementerian luar negeri Ukraina mengumumkan telah memutuskan hubungan dengan Korea Utara.

Blinken serukan agar deportasi warga Ukraian oleh Rusia dihentikan

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyerukan penghentian segera deportasi warga Ukraina oleh Rusia.

Blinken menuduh Rusia "dengan sengaja memisahkan anak-anak Ukraina dari orang tua mereka dan menculik orang lain dari panti asuhan sebelum menempatkan mereka untuk diadopsi di dalam Rusia".

Warga AS ditahan separatis pro-Rusia

Seorang warga negara Amerika ketiga ditahan oleh separatis pro-Rusia di Ukraina, menurut laporan.

Suedi Murekezi (35) ditangkap bulan lalu di Kherson, kota pelabuhan yang diduduki Rusia di Ukraina selatan.

Diketahui, dia telah tinggal selama lebih dari dua tahun di kota itu, kata saudaranya Sele Murekezi.

Baca juga: Lego Resmi Hentikan Operasionalnya di Rusia, Imbas Perang di Ukraina

Baca juga: 5 Tentara Bayaran Terciduk Akan Bergabung Dengan Pasukan Ukraina, Rusia Tegas Minta Dua Pilihan

Oposisi Rusia ditahan

Pengadilan Moskow telah memerintahkan salah satu tokoh oposisi terkemuka yang masih berada di Rusia, Ilya Yashin, untuk ditahan selama dua bulan sambil menunggu penyelidikan atas penyebaran “informasi palsu” tentang tentara Rusia.

Jika terbukti bersalah, dia menghadapi hukuman 15 tahun penjara karena menyebarkan “informasi palsu” tentang pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina.

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved