Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Berupaya Lanjutkan Ekspor Gandum Meskipun Rusia Menyerang Kota Pelabuhan Odesa  

Ukraina pada Minggu (24/7/2022) menyatakan akan berusaha untuk memulai kembali ekspor biji-bijian dari Pelabuhan Laut Hitam

SERGEI SUPINSKY / AFP
Pemanen gabungan mengumpulkan gandum dari ladang di desa Mala Divytsa, Ukraina pada 27 Juli 2015. Ukraina pada Minggu (24/7/2022) menyatakan akan berusaha untuk memulai kembali ekspor biji-bijian dari Pelabuhan Laut Hitam. Ekspor tersebut bertujuan untuk menghentikan kekurangan pangan global. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 
TRIBUNNEWS.COM, KYIV - Ukraina pada Minggu (24/7/2022) menyatakan akan berusaha untuk memulai kembali ekspor biji-bijian dari Pelabuhan Laut Hitam. Ekspor tersebut bertujuan untuk menghentikan kekurangan pangan global.

Namun, rencana ekspor Ukraina sedikit terganggu dengan adanya serangan Moskow di kota Pelabuhan Odesa.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky  menyebut serangan yang terjadi pada Sabtu (23/7/2022) kemarin sebagai tindakan "barbarisme", yang menunjukkan Moskow tidak dapat dipercaya untuk menerapkan kesempatan ekspor biji-bijian yang dicapai pada Jumat (22/7/2022) lalu atau sehari sebelum serangan di Odesa dimulai.

Baca juga: Usai Kesepakatan Ekspor Pangan Tercapai, Gudang Gandum Ukraina di Pelabuhan Odessa Dihantam Rudal

Militer Ukraina mengatakan rudal Rusia tidak mengenai area penyimpanan biji-bijian pelabuhan atau menyebabkan kerusakan yang signifikan. Kyiv menyatakan persiapan untuk melanjutkan ekspor biji-bijian sedang berlangsung,

"Kami melanjutkan persiapan teknis untuk peluncuran ekspor produk pertanian dari pelabuhan kami," kata Menteri Infrastruktur Ukraina, Oleksandr Kubrakov, yang dilansir dari Reuters.

Militer Ukraina mengungkapkan dua rudal Kalibr yang ditembakkan kapal perang Rusia menghantam area stasiun pompa di pelabuhan dan dua lainnya ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan udara Kyiv.

Sementara Rusia pada hari Minggu kemarin, mengatakan pasukannya telah menyerang kapal perang Ukraina dan toko senjata di Odesa menggunakan rudal presisi tinggi.

Kesepakatan mengenai ekspor biji-bijian yang ditandatangani Rusia dan Ukraina pada Jumat lalu, dipuji menjadi terobosan diplomatik yang akan membantu menekan kenaikan harga pangan global dan akan memulihkan pengiriman gandum Ukraina ke tingkat sebelum invasi dimulai yaitu sebesar 5 juta ton per bulan.

Namun penasihat ekonomi Zelensky memperingatkan pada hari Minggu kemarin, serangan di Odesa mungkin berada di luar jangkauan.

Baca juga: Disepakati Rusia, Ukraina Kirim Jutaan Ton Gandum ke Pasar Global, Titik Balik Hidupkan Perdamaian?

"Pemogokan kemarin menunjukkan bahwa itu pasti tidak akan berhasil seperti itu," kata Oleh Ustenko kepada televisi Ukraina.

Ustenko menambahkan, Ukraina dapat mengirim 60 juta ton biji-bijian selama sembilan bulan ke depan, namun akan memakan waktu hingga 24 bulan jika operasi pelabuhannya terganggu.

Pembukaan Pelabuhan Laut Hitam untuk Ekspor Biji-bijian

Kesepakatan yang dibuat pada hari Jumat (22/7/2022) yaitu untuk membuka blokir pelabuhan di Laut Hitam untuk memungkinkan dibukanya jalur yang aman untuk biji-bijian dan minyak sayur, beberapa ekspor paling penting Ukraina.

Rusia sejauh ini memblokir akses maritim ke pelabuhan-pelabuhan itu, yang berarti jutaan ton gandum Ukraina belum diekspor ke banyak negara yang bergantung padanya.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved