Kunjungan Presiden Indonesia Jokowi ke Jepang Tidak Ada Tandatangan Dokumen Secara Khusus

Dalam rangka kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang pada tanggal 27 Juli besok, akan diadakan KTT Jepang-Indonesia, serta jumpa pers pers bersama

Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Menteri luar negerei Yoshimasa Hayashi (61) dalam jumpa pers Selasa (26/7/2022). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo yang akan tiba besok (27/7/2022) jam 1 pagi waktu Tokyo akan bertemu Kaisar dan PM Jepang, tanpa ada tandatangan dokumen khusus seperti MOU dan sebagainya.

"Kunjungan working visit resmi itu akan melakukan perjumpaan dengan Kaisar dan PM Jepang besok," papar Menteri luar negeri Yoshimasa Hayashi (61) dalam jumpa pers Selasa (26/7/2022) kepada Tribunnews.com.

Dalam rangka kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang pada tanggal 27 Juli besok, akan diadakan KTT Jepang-Indonesia, serta jumpa pers pers bersama di kantor PM Jepang di Nagatacho Tokyo.

"Setelah itu akan dilakukan  makan siang sambil rapat kerja KTT Jepang-Indonesia, dan sore harinya mengunjungi Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri ."

Pihak Jepang berencana untuk bertemu dengan Presiden Jokowi dan istrinya. Jepang bermaksud untuk bekerja sama dengan Indonesia, mitra strategis yang berbagi nilai-nilai dasar, terutama menuju perwujudan "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".

"Itu yang kita harapkan bersama Indo-Pasifik yang bebas. Selain itu juga tidak ada rencana khusus untuk menandatangani dokumen hasil pertemuan seperti MOU tidak ada," tekan Menlu hayashi lagi.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved