Konflik Serbia Kosovo

Mantan Pejabat Era Trump Salahkan AS Terkait Krisis Serbia-Kosovo

Mantan Kepala Intelijen AS era Presiden Trump Richard Grenell menyalahkan Kosovo dan AS atas krisis baru Serbia-Kosovo.

zoom-inlihat foto Mantan Pejabat Era Trump Salahkan AS Terkait Krisis Serbia-Kosovo
Wikipedia Common
Rakyat Kosovo yang menyatakan memisahkan diri dari Serbia mengibarkan bendera di Pristina. Kemerdekaan Kosovo diakui AS dan Eropa, namun Rusia, China dan PBB belum mengakuinya. Serbia menolak pemisahan diri provisinya itu.

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Richard Grenell, mantan Duta Besar AS di Jerman era Presiden Donald Trump AS, menyalahkan Kosovo atas krisis baru Serbia-Kosovo.

Grenell mengatakan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti melakukan Langkah "sembrono" di Pristina. Kementerian Luar Negeri AS juga dikecamnya.

Richard Grenell pernah memimpin tim merundingkan kesepakatan Kosovo-Serbia di bawah pemerintahan Trump. Ia lalu ditunjuk sebagai penanggungjawab komunitas intelijen AS.

Baca juga: Serbia dan Kosovo Kembali di Ambang Konflik Bersenjata 

Baca juga: Cegah Eskalasi Konflik Dubes AS Minta Kosovo Tunda Blokir Nopol Serbia

Baca juga: Sejarah Panjang Konflik Kosovo-Serbia, Perang Berhenti Diintervensi NATO 

“Apa yang terjadi di Balkan bukanlah Rusia. Siapa pun yang mengatakan ini kepada Anda sedang mencoba memanipulasi Anda," cuit Grenell pada Minggu (31/7/7/2022) malam dikutip Russia Today.

“Ini tentang Albin Kurti mencoba sekali lagi untuk memberikan (masalah) ke Serbia. Dia hidup di masa lalu,” lanjutnya.

“Orang-orang Kosovo menginginkan perdamaian dan pekerjaan, Albin. Berhentilah berkelahi,” tambah Grenell.

Militer Serbia ditempatkan dalam siaga tinggi dan warga Serbia setempat memasang penghalang jalan pada hari sebelumnya, setelah terjadi blockade di perbatasan.

Polisi Kosovo muncul di dua perlintasan administratif dengan Serbia, berniat untuk menegakkan keputusan Kurti menyita plat nomor dan dokumen Serbia.

Ini akan secara efektif memotong sisa orang Serbia yang tinggal di utara provinsi yang memisahkan diri dari kerabat mereka di wilayah Serbia.

Menurut Grenell, ini semua tentang Kurti “membuat langkah sepihak untuk menolak ID Serbia dan plat nomor di dalam Kosovo,” yang dia sebut “tidak perlu.”

Menggambarkan Kurti sebagai "fasis radikal kiri dan berpengalaman," Grenell lebih lanjut menyebut tindakannya "bodoh" dan "sembrono."

Grenell mendesak para pemimpin Serbia untuk tidak mengambil umpan yang diberikan Albin Kurti itu.

"Bahkan orang Albania tahu Kurti adalah masalahnya," cuit Grenell. Dia juga menyalahkan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, yang bertemu Kurti dan Presiden Kosovo Vjosa Osmani awal pekan ini.

Presiden AS Joe Biden menurutnya telah mengabaikan Balkan. Grenell menunjukkan dirinya merundingkan beberapa perjanjian antara Kosovo dan Serbia di bawah Presiden Donald Trump.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved