Dilanda Krisis Energi, Jerman Batalkan Penutupan Operasi Tiga Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

pembatalan penutupan operasi pada tiga pembangkit listrik tenaga nuklir diambil setelah Berlin dilanda krisis energi imbas pemangkasan gas Rusia

LENNART PREISS / AFP
Pembangkit listrik tenaga nuklir Gundremmingen digambarkan di Gundremmingen, Jerman selatan pada 26 Februari 2021. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumumkan rencana pembatalan penutupan operasi pada tiga pembangkit listrik tenaga nuklir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN – Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumumkan rencana pembatalan penutupan operasi pada tiga pembangkit listrik tenaga nuklir. Keputusan ini diambil setelah Berlin dilanda krisis energi imbas pemangkasan gas Rusia.

Sebelum mengumumkan rencana ini, pemerintah Jerman dilaporkan telah menerbitkan aturan yang mewajibkan warga negaranya untuk menghentikan penggunaan energi atom dan PLTN pada akhir 2022. Namun rencana tersebut batal direalisasikan setelah jutaan warga Jerman dilanda krisis energi.

Khawatir masalah ini makin meluas, membuat pemerintah Jerman mencabut kembali larangannya. Munculnya permasalahan ini bahkan telah memicu perpecahan pendapat diantara anggota koalisi pemerintahan.

Baca juga: Jerman Makin Tercekik Pasokan Gas Rusia Tinggal Seperlima dari Kapasitas

Meski tenaga nuklir menyumbang 13,3 persen dari pasokan listrik Jerman, namun sebagian koalisi berpendapat bahwa penggunaan tenaga listrik tenaga nuklir memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Tak hanya itu pemanfaatan PLTN juga dikhawatirkan dapat memicu timbulnya bencana nuklir seperti yang pernah dialami Fukushima Jepang. Alasan ini yang membuat Jerman memutuskan untuk mengakhiri penggunaan nuklir pada PLTN  Emsland, Isar dan Neckarwestheim, dikutip dari Deutsche Welle.

Namun semenjak Rusia memangkas aliran gasnya pipa Nord Stream 1 untuk pengiriman ke Eropa, 27 negara UE termasuk Jerman kini terancam mengalami krisis pasokan energi.  Jerman sendiri diketahui sangat bergantung pada komoditas gas Moskow, dalam setahun biasanya kebutuhan listrik untuk rumah tangga dan industri Jerman dapat menghabiskan 60 persen dari pasokan Rusia.

Akan tetapi setelah Rusia membatasi pasokan ekspor energinya, Jerman terpaksa kembali meningkatkan konsumsi batu bara. Meski cara ini tidak cukup efektif untuk menambah cadangan gas Jerman selama musim dingin mendatang. Namun dengan cara tersebut industri Berlin dapat mengurangi konsumsi gas Rusia sebanyak 35 persen.

Baca juga: Pasokan Gas Rusia Diputus, Jerman Hidupkan Kembali Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara

Dengan mengaktifkan kembali PLTN  Emsland, Isar dan Neckarwestheim, kanselir Scholz berharap agar perusahaan energi di negaranya bisa mempercepat produksi listrik selama beberapa bulan kedepan sehingga Jerman bisa sepenuhnya lepas dan mandiri dari ketergantungan energi Rusia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved