Banjir Bandang di Pakistan

Banjir Bandang Melanda Pakistan, 549 Orang Tewas

Banjir bandang di Pakistan telah menewaskan sedikitnya 549 orang selama sebulan terakhir. Banjir juga telah merusak lebih dari 46.200 rumah.

Editor: Miftah
AFP
Prajurit tentara Pakistan menyelamatkan orang-orang dari banjir yang melanda distrik Rajanpur, di provinsi Punjab Pakistan, pada 2 Agustus 2022. - Akibat banjir bandang di Pakistan, 549 orang tewas. 

TRIBUNNEWS.COM - Banjir bandang di Pakistan yang disebabkan oleh hujan muson yang sangat lebat menewaskan sedikitnya 549 orang selama sebulan terakhir.

Pemerintah mengatakan, komunitas terpencil di provinsi miskin Balochistan di barat daya menjadi yang paling parah terkena dampaknya.

Instansi pemerintah dan tentara telah mendirikan kamp bantuan dan mengirim bantuan di daerah yang dilanda banjir.

Pemerintah juga telah bekerja untuk membantu merelokasi keluarga dan menyediakan makanan dan obat-obatan.

Selain korban jiwa, banjir telah merusak lebih dari 46.200 rumah, kata Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Jumat (5/8/2022).

"Kami melakukan yang terbaik untuk memberikan bantuan ekstensif dan rehabilitasi korban banjir," kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif selama kunjungan ke daerah-daerah yang dilanda banjir.

Baca juga: Terjadi di Pakistan, Penjaga Sekolah Tega Cekik Istrinya hingga Tewas di Hadapan Anak-Anaknya

Namun pemerintah provinsi Balochistan mengatakan membutuhkan lebih banyak dana dan meminta bantuan organisasi internasional.

"Kerugian kami sangat besar," kata Kepala Menteri provinsi Abdul Qudoos Bezenjo, seperti dilansir CNN.

Banjir di provinsi Punjab Pakistan
Seorang tentara Pakistan menyelamatkan seorang anak dari banjir yang terkena dampak distrik Rajanpur, di provinsi Punjab Pakistan, pada 2 Agustus 2022.

Ada kekurangan pangan di setiap kabupaten yang dilanda banjir, dengan beberapa juga terputus dari provinsi lainnya karena lebih dari 700 kilometer jalan hanyut.

Bezenjo mengatakan provinsinya membutuhkan "bantuan besar" dari pemerintah dan lembaga bantuan internasional.

Bulan lalu adalah yang terbasah dalam tiga dekade, dengan 133 persen lebih banyak hujan daripada rata-rata selama 30 tahun terakhir, kata otoritas bencana.

Balochistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, menerima 305 persen lebih banyak hujan daripada rata-rata tahunan, kata badan bencana itu.

(Tribunnews.com/Yurika)

Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved