Breaking News:

Peringatan 77 Tahun Bom Atom Hiroshima Jepang, Korban Berharap Tak Ada Perang Lagi di Dunia

Bue Suzuki, salah seorang korban akibat bom atom Hiroshima berharap agar jangan ada lagi perang di dunia.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Foto bangunan pusat jatuhnya bom atom pertama kali di Jepang di Taman Hiroshima. (insert) Bue Suzuki (95), mantan perawat yang masih berusia 18 tahun saat bom atom dijatuhkan pihak Amerika Serikat (AS) di Hiroshima Jepang. Bue Suzuki berharap agar jangan ada lagi perang di dunia. 

Pada Upacara Peringatan Perdamaian mulai pukul 08.00 pagi ini, Perdana Menteri Fumio Kishida dijadwalkan akan hadir.

Juga perwakilan dari 101 negara dan Uni Eropa dan Sekretaris Jenderal PBB Guterres juga akan hadir.

Usia rata-rata orang yang selamat dari bom atom melebihi 84 tahun.

Baca juga: PM Jepang Meminta Maaf, Terlambat Datang Satu Menit di Acara Peringatan Bom Atom Nagasaki

Pesan dari Hiroshima, kota bom atom, menyerukan penghapusan senjata nuklir agar umat manusia tidak pernah terkena tragedi senjata nuklir.

Suzuki juga membaca berita perang Ukraina dan Rusia menyatakan kesedihannya yang mendalam.

"Sebaiknya segera berhenti perang karena saya sendiri pernah merasakan betapa pahitnya perang di masa lalu apalagi dengan jatuhnya bom atom," kata Suzuki.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved