AS, Australia dan Jepang Kompak Desak China Hentikan Latihan Militer di Perairan Taiwan

Merespon kunjungan Pelosi ke Taiwan, China langsung menggelar latihan militer skala besar dan menembakkan rudal balistik ke perairan sekitar Taiwan

AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, dan Menteri Luar Negeri Jepang Hayashi Yoshimasa menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Penegasan ini mereka sampaikan di sela pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-55 di Kamboja, 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat, Australia dan Jepang kompak mendesak China untuk segera menghentikan latihan militer yang diluncurkan seusai kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

Dalam kunjungan selama kurang dari 24 jam ke Taiwan, Nancy Pelosi telah bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen beserta pejabat Taiwan lainnya.

Nancy Pelosi mengatakan, AS akan terus meningkatkan solidaritasnya dengan negara demokratis seperti Taiwan.

Sebagai tanggapan atas kunjungan Pelosi ke Taiwan, China langsung menggelar latihan militer skala besar dan menembakkan belasan rudal balistik ke sekitar perairan Taiwan.

Di sela pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-55 di Kamboja, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, dan Menteri Luar Negeri Jepang Hayashi Yoshimasa menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Mereka juga mengutuk peluncuran rudal balistik China, yang lima di antaranya dilaporkan pemerintah Jepang telah mendarat di zona ekonomi eksklusifnya.

Baca juga: Kapal Perang China dan Taiwan Bersitegang Jelang Penutupan Latihan Militer Beijing

Sementara itu, negara-negara di Asia Tenggara pada hari Kamis (4/8/2022) menyerukan pengekangan maksimum dan mendesak komunitas global untuk menghindari tindakan yang dapat mengacaukan kawasan, yang pada akhirnya menyebabkan salah perhitungan, konfrontasi serius, konflik terbuka, dan konsekuensi tak terduga di antara kekuatan besar.

Dalam jumpa pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo, Blinken mengatakan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting, tidak hanya untuk Taiwan tetapi juga untuk Filipina dan banyak negara lainnya.

“Apa yang terjadi di Selat Taiwan mempengaruhi seluruh wilayah. Dalam banyak hal, itu mempengaruhi seluruh dunia karena selat itu seperti Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur air yang strategis. Hampir setengah armada peti kemas global dan hampir 90 persen kapal terbesar di dunia, melewati Selat Taiwan tahun ini,” kata Blinken yang dikutip oleh Business Standard, Senin (8/8/2022).

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved