Lima Fakta PLTN Terbesar di Zaporizhzhia Ukraina yang Diserang Rusia

Sementara otoritas Rusia yang ditempatkan di Zaporizhzhia mengungkapkan roket Ukraina telah menghantam pembangkit listrik itu

ZAPORIZHZHIA NUCLEAR AUTHORITY / AFP
Ilustrasi: Pengambilan gambar dari rekaman yang diperoleh dari streaming langsung Otoritas Nuklir Zaporizhzhia menunjukkan beberapa ledakan di pembangkit nuklir Ukraina di Zaporizhzhia dari penembakan Rusia. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, KYIV - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina menjadi pusat perhatian di tengah perang yang berkecamuk di negara itu, setelah Kyiv menuduh Rusia kembali menyerang PLTN itu dan merusak sensor radiasi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan Moskow pada Sabtu (6/8/2022) malam sebagai "teror nuklir Rusia", dan menuntut lebih banyak sanksi internasional terutama di sektor nuklir Moskow.

Sementara otoritas Rusia yang ditempatkan di Zaporizhzhia mengungkapkan roket Ukraina telah menghantam pembangkit listrik itu, sehingga merusak gedung-gedung administrasi dan daerah di dekat PLTN Zaporizhzhia.

Baca juga: Rusia Dituduh Luncurkan Roket ke PLTN Zaporizhzhia, Setelah PBB Peringatkan soal Bencana Nuklir

PLTN Zaporizhzhia merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa yang dibangun oleh Uni Soviet di dekat kota Enerhodar, Ukraina. Melansir dari Reuters, di bawah ini adalah lima fakta mengenai pembangkit listrik ini.

1. PLTN Terbesar di Eropa dan Terbesar ke-10 di Dunia.

PLTN Zaporizhzhia adalah fasilitas nuklir terbesar dari empat PLTN yang ada di Ukraina. Selain itu, PLTN Zaporizhzhia juga fasilitas nuklir terbesar di Eropa dan PLTN terbesar ke-10 di dunia. Bersama dengan tiga PLTN lainnya, pembangkit listrik ini menyediakan sekitar setengah listrik untuk Ukraina.

2. Kapasitas totalnya sebesar 5,7 Gigawatt

Menurut data dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), PLTN Zaporizhzhia memiliki enam unit, dengan masing-masing memiliki kapasitas sebesar 950 Megawatt, sehingga total kapasitas yang dimiliki pembangkit listrik ini sebesar 5,7 Gigawatt. Unit pertama terhubung ke jaringan pada tahun 1984 dan yang terakhir pada tahun 1995.

3. Masih dijalankan oleh teknisi Ukraina di bawah pengawasan Rusia

PLTN Zaporizhzhia dianggap penting oleh Rusia, karena hanya berjarak sekitar 200 kilometer dari Krimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014. Pembangkit listrik ini direbut oleh pasukan Rusia pada awal perang, namun masih dijalankan oleh teknisi Ukraina di bawah pengawasan Rusia.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved