Hadiah Pajak Kampung Halaman 15 Juta Yen Untuk Satu Sapi Terenak Matsusaka di Mie Jepang

Pemda kota Matsusaka, Prefektur Mie, telah mulai promosi daging seekor sapi sebagai hadiah kembali (Pajak Kampung Halaman atau Furusato Nozei)

Editor: Johnson Simanjuntak
Richard Susilo
Salah satu daging sapi paling enak di Jepang Matsusaka Gyu dari prefektur Mie Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Pemda kota Matsusaka, Prefektur Mie, telah mulai promosi daging seekor sapi sebagai hadiah kembali (Pajak Kampung Halaman atau Furusato Nozei) sebesar 15 juta yen khusus di situs khusus kota tersebut mulai tanggal 10 Agustus 2022 ini.

Kota Matsuzaka baru saja membuat hadiah kembali untuk sumbangan pajak kampung halaman, yaitu sekitar 213 kg daging setara dengan satu ekor sapi yang terenak di Jepang.

Menurut kota, sekitar 80 persen dari 550 hadiah kembalian kota adalah barang-barang yang berhubungan dengan daging sapi Matsusaka, tetapi karena ditambahkan untuk membuat promosi lebih menarik, jumlah yang disumbangkan akan menjadi 15 juta yen, yang merupakan jumlah tertinggi dalam pajak Furusato Nozei tersebut.

"Selain itu, kami telah menambahkan dompet dan tempat kartu nama menggunakan kulit sapi Matsusaka sebagai hadiah kembali," ungkap sumber di pemda Matsusaka Mie Jepang Senin (10/8/2022).

Aplikasi telah dimulai di situs web pajak kota kelahiran dari tanggal 10 Agustus ini, dan juga dapat diterima melalui surat atau faks.

Seorang perwakilan dari Divisi Merek Regional Kota Matsusaka mengatakan, "Kami telah mengadopsi hadiah kembali yang berdampak untuk meningkatkan pengenalan nama kota. Kami berharap dapat meningkatkan jumlah penggemar Kota Matsusaka melalui kesempatan ini."

Furusato nozei atau pajak kampung halaman adalah program pajak yang pertama kali diumumkan oleh mantan   Yoshihide Suga pada tahun 2007 (ketika ia menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi) sebagai cara untuk memerangi kerusakan pedesaan Jepang.

Program ini mendorong penduduk kota untuk menyumbang kepada produsen independen di seluruh tempat di Jepang dengan imbalan kredit atas pendapatan dan pajak penduduk mereka.

Dari daging dan keju premium, buah, sayur hingga tembikar dan barang kerajinan lainnya, pembayar pajak dapat “membeli” barang dari mana saja di Jepang.

Dengan migrasi desa-ke-kota yang tumbuh, warga muda semakin sedikit di kampung halaman, berarti pajak juga semakin sedikit. Maka pemda kota kecil melakukan promosi agar semakin banyak pajak masuk lewat pengenalan pajak kampung halaman, agar kotra kecil dapat bertahan hidup dengan baik.

Pembayar pajak dapat memilih yurisdiksi mana sumbangan mereka akan pergi, mereka dapat memiliki dampak langsung pada revitalisasi pedesaan di Jepang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved