BBC

Perempuan terkaya di Asia, Yang Huiyan, yang kehilangan setengah kekayaannya dalam waktu setahun

Kekayaan Yang Huiyan merosot dari hampir US$24 miliar menjadi US$11 miliar tahun ini di tengah terus anjloknya krisis bisnis properti di China.

Usia Yang Huiyan baru menginjak empat dekade, tapi kekayaannya membuat dia menyandang predikat sebagai perempuan terkaya di Asia.

Sejak mewarisi ‘kerajaan’ real estat dari ayahnya lebih dari 10 tahun lalu, pundi-pundinya terus bertambah.

Namun, keadaan mulai berubah pada 2022. Berdasarkan perhitungan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Yang menyusut hingga 52% selama setahun terakhir.

Kekayaan Yang, menurut Bloomberg, merosot dari hampir US$24 miliar menjadi US$11 miliar (sekitar Rp162 triliun) tahun ini di tengah semakin anjloknya krisis bisnis properti di China.

Krisis ini menyebabkan masalah serius yang berdampak pada penurunan minat membeli properti, berhentinya proyek konstruksi properti, dan kredit macet yang mencapai lebih dari US$220 miliar  (Rp3.272 triliun), menurut grup perbankan ANZ.

Baca juga:

Kondisi ini diperburuk oleh aksi nasabah yang mogok membayar cicilan properti serta sebanyak 30 perusahaan real estat yang mengalami jatuh tempo utang.

Evergrande, salah satu perusahaan real estat utama di China, gagal bayar utang hingga US$300 miliar (Rp4.427) tahun lalu.

Sejumlah analis ekonomi menilai hal ini bukan hanya pertanda memburuknya pasar real estat China, tapi juga masa depan perekonomian terbesar kedua di dunia.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved