Rusia Peringatkan Inggris Terkait Rencana Penerbangan Pesawat Pengintai, Sebut Sebagai Provokasi

Rusia memperingatkan Inggris terhadap rencana penerbangan pesawat pengintai di wilayah Rusia. Sebut tindakan itu sebagai provokasi yang disengaja.

Wikipedia
(Ilustrasi) Pesawat jet Tu-22M3 milik Rusia yang diplot akan dibajak oleh militer Ukraina. - Rusia memperingatkan Inggris terhadap rencana penerbangan pesawat mata-mata. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Rusia telah memperingatkan Inggris terhadap rencana penerbangan pesawat mata-mata di atas wilayah Rusia.

Rusia mengatakan angkatan udaranya telah diberi perintah untuk mencegah penyusupan.

Kementerian mengatakan pada hari Selasa (16/8/2022) bahwa Inggris telah mengirim pemberitahuan yang menginformasikan tentang rencana penerbangan pesawat pengintai RC-135 di sepanjang rute yang sebagian melewati wilayah Rusia.

“Kami menganggap tindakan ini sebagai provokasi yang disengaja,” kata kementerian itu, sebagaimana dilansir The Guardian.

Mereka menambahkan bahwa angkatan udara Rusia telah diberi tugas untuk mencegah pelanggaran perbatasan Rusia.

"Semua kemungkinan konsekuensi dari provokasi yang disengaja ini akan sepenuhnya berada di pihak Inggris," tambahnya.

Baca juga: Rusia Peringatkan Perilaku AS di Panggung Dunia Bisa Picu Konflik Langsung Negara-negara Nuklir

Baca juga: Diduga Lakukan Aksi Mata-mata, Pesawat Inggris Diusir Oleh Jet MiG-31BM Rusia di Laut Barents

Namun tidak diketahui secara jelas kapan dan di mana penerbangan Inggris direncanakan.

Pada hari Senin, kementerian mengatakan sebuah jet tempur Rusia dikerahkan untuk mencegat pesawat pengintai RC-135 Inggris yang melintasi perbatasan Rusia di dekat tanjung Svyatoi Nos antara Laut Barents dan Laut Putih.

Pesawat tempur MiG-31 memaksa penyusup itu keluar, kata kementerian itu.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, sebuah jet MiG-31 Rusia melakukan serangan jarak dekat yang tidak aman terhadap pesawat RAF RC-135W Rivet Joint saat melakukan operasi rutin di wilayah udara internasional di atas Laut Norwegia dan Laut Barents pada Senin 15 Agustus.

“Pesawat Inggris berkomunikasi dengan kontrol lalu lintas udara sipil Rusia dan awaknya beroperasi dengan cara yang aman dan profesional.”

(Tribunnews.com/Yurika)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved