Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Luncurkan Serangan Roket ke Stasiun KA Ukraina pada Hari Kemerdekaan, 22 Orang Tewas

Pasukan Rusia meluncurkan serangan roket ke stasiun kereta api Ukraina pada Hari Kemerdekaan. Sebanyak 22 orang tewas dalam serangan mematikan itu.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Sri Juliati
AFP/DIMITAR DILKOFF
Dalam foto yang diambil pada 21 Agustus 2022 ini, orang-orang melihat peralatan militer Rusia yang hancur di jalan Khreshchatyk di Kyiv, yang telah diubah menjadi museum militer terbuka menjelang Hari Kemerdekaan Ukraina pada 24 Agustus. - Pasukan Rusia meluncurkan serangan roket ke stasiun kereta api Ukraina pada Hari Kemerdekaan. Sebanyak 22 orang tewas dalam serangan mematikan itu. 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan roket pasukan Rusia ke stasiun kereta api Ukraina telah menewaskan 22 orang pada Rabu (24/8/2022), AP News melaporkan.

Serangan mematikan itu terjadi tepat di Hari Kemerdekaan Ukraina, yaitu memperingati 31 tahun Kyiv memutuskan hubungan dengan Uni Soviet.

Kantor berita Ukraina mengutip Presiden Volodymyr Zelensky melaporkan, roket menyerang wilayah Chaplyne, sebuah kota berpenduduk sekitar 3.500 orang di wilayah Dnipropetrovsk tengah.

Kantor kepresidenan juga melaporkan bahwa seorang anak berusia 11 tahun tewas oleh tembakan roket pada hari sebelumnya di pemukiman tersebut.

"Chaplyne adalah penderitaan kita hari ini," kata Zelenskyy dalam video pidato malamnya.

Pada satu titik, Zelenskyy menyebutkan jumlah korban luka sekitar 50 orang.

Baca juga: Biden Umumkan Bantuan Militer Senilai Rp44 Triliun untuk Ukraina

Wakil kepala kantor Zelensky kemudian mengatakan, sebanyak 22 orang terluka dalam serangan yang menghantam lima gerbong penumpang.

Ukraina telah bersiap-siap untuk serangan-serangan berat terutama di sekitar hari libur nasional.

Beberapa hari menjelang Hari Kemerdekaan, pihak berwenang Kyiv melarang pertemuan besar di ibu kota hingga Kamis karena takut akan serangan rudal.

Penduduk Kyiv, yang sebagian besar selamat dalam beberapa bulan terakhir, bangun pada Rabu karena sirene serangan udara, tetapi tidak ada serangan segera yang menyusul.

Seiring berlalunya hari, pemboman Rusia dilaporkan di timur, barat dan tengah negara itu, dengan serangan paling serius tampaknya di stasiun kereta api.

Namun demikian, suasana meriah tetap ada pada siang hari di Alun-alun Maidan Kyiv saat ribuan penduduk berpose untuk berfoto di samping tank-tank Rusia yang terbakar yang dipajang.

Penyanyi rakyat didirikan, dan banyak orang yang bersuka ria keluar dan berkeliling dengan gaun dan kemeja bersulam tradisional. Sementara yang lain ketakutan.

"Saya tidak bisa tidur di malam hari karena apa yang saya lihat dan dengar tentang apa yang sedang dilakukan di Ukraina," kata seorang pensiunan yang hanya menyebut nama depannya, Tetyana, suaranya bergetar karena emosi.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved