Trump Disebut Akui Simpan Dokumen Resmi di Resor Mewah Mar-a-Lago Florida secara Ilegal

Mantan Presiden AS Donald Trump disebut mengakui telah menyimpan dokumen resmi pemerintah secara ilegal di resor mewahnya, Mar-a-Lago, Florida.

AFP/STRINGER
Mantan Presiden AS Donald Trump mengacungkan tinjunya saat berjalan ke sebuah kendaraan di luar Trump Tower di New York City pada 10 Agustus 2022. - Mantan Presiden AS Donald Trump disebut mengakui telah menyimpan dokumen resmi pemerintah secara ilegal di resor mewahnya, Mar-a-Lago, Florida. 

TRIBUNNEWS.COM - Donald Trump disebut mengakui telah menyimpan dokumen resmi pemerintah secara ilegal di resor mewahnya, Mar-a-Lago, Florida, Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, FBI menggeledah kediamaan mantan Presiden AS itu dan menyita materi dengan cap dokumen rahasia.

"Jika dia mengakui bahwa dia memiliki dokumen yang memiliki hak istimewa eksekutif, itu adalah catatan presiden dan milik Arsip Nasional," kata Asha Rangappa, mantan agen FBI dan mantan dekan di Yale Law School.

“Jadi tidak jelas apakah hak istimewa eksekutif bahkan akan relevan dengan kejahatan tertentu yang sedang diselidikinya, namun dalam pengajuan ini, dia pada dasarnya mengakui bahwa dia memilikinya, itulah yang coba ditetapkan oleh pemerintah,” jelas Rangappa.

Dikutip Al Jazeera, seseorang yang terlibat langsung dalam pembelaan hukum Trump mencatat bahwa Undang-Undang Catatan Presiden tidak memiliki mekanisme penegakan, bahkan ketika mereka mengakui bahwa departemen kehakiman mungkin mengejar argumen hak istimewa sebagai pengakuan diam-diam.

Baca juga: Trump Pertimbangkan Rilis Rekaman CCTV Penggeledahan FBI di Resor Mewahnya Mar-a-Lago

Surat perintah penggeledahan untuk Mar-a-Lago mencantumkan halangan untuk undang-undang yang berpotensi dilanggar, meskipun tidak jelas apakah itu menghalangi penyelidikan atas pengambilan dokumen pemerintah dari Mar-a-Lago atau untuk penyelidikan terpisah lainnya.

Bagian dalam mosi Trump berjudul "Bantuan Sukarela Presiden Donald J Trump" merinci beberapa langkah yang diambil departemen kehakiman untuk awalnya mengambil 15 kotak pada bulan Januari, bahan tambahan pada bulan Juni, dan kemudian 26 kotak ketika FBI melakukan pencariannya.

Pengarsipan tersebut membahas bagaimana Trump mengembalikan 15 kotak ke Arsip Nasional.

Secara terpisah, selain pengajuan mosi yang terlambat dua minggu setelah pencarian FBI dilakukan, laporan itu sendiri tampaknya bermasalah secara prosedural.

Sekutu Trump mendesaknya merilis rekaman CCTV

Lebih jauh, sekutu mantan Presiden Donald Trump mendesaknya untuk merilis rekaman kamera pengawas di resor mewahnya, Mar-a-Lago ketika agen FBI membawa surat perintah penggeledahan ke tempat itu.

Dilansir CNN, seorang yang dekat dengan Trump mengatakan rekaman CCTV kini disimpan dengan sangat ketat.

Baca juga: Donald Trump Diselidiki atas Dugaan Pelanggaran Undang-Undang Spionase

"Saya tidak berpikir itu dibagikan oleh siapa pun di luar pengacara," kata orang ini.

Ketika ditanya Sean Hannity dari Fox apakah rekaman itu akan dirilis, putra Trump Eric berkata, "Tentu saja Sean, pada waktu yang tepat."

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved