Kepala Pendidikan Mitsubishi Electric Jepang Suruh Bunuh Diri Pada Karyawan Baru

Kepala pendidikan Mitsubishi Electric tahun 2019 menyuruh seorang karyawan baru lelaki untuk bunuh diri. Karyawan itu melakukan bunuh diri tahun 2019.

Ist
Catatan korban bunuh diri yang menuliskan dia di suruh bunuh diri saja oleh Kepala Pendidikan Mitsubishi Electric tahun 2019. Tanda panah menuliskan "Bunuh diri aja lo!" yang diminta eksekutif Mitsubishi Electric. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepala pendidikan Mitsubishi Electric tahun 2019 menyuruh seorang karyawan baru lelaki untuk bunuh diri. Karyawan itu melakukan bunuh diri tahun 2019.

"Bunuh diri aja lo!" kata Kepala Pendidikan Mitsubishi Electric Jepang di daerah Kansai (Hyogo dan sekitarnya) kepada korban yang meninggal, karyawan baru lelaki Mitsubishi Electrictahun 2019.

Pada musim panas 2019, keluarga yang ditinggalkan dan perusahaan membuat penyelesaian atas kasus bunuh diri seorang karyawan laki-laki yang baru masuk bekerja untuk Mitsubishi Electric (saat itu berusia 20-an).

Seorang pengacara yang mewakili keluarga yang ditinggalkan membuat pengumuman pada konferensi pers pada tanggal 26 Agustus ini.

 Menurut kesepakatan penyelesaian yang diungkapkan oleh pengacara, Mitsubishi Electric mengakui bahwa pelecehan kekuasaan oleh kepala pendidikan saat itu adalah penyebabnya.

Seorang karyawan pria baru, sebelum meninggal dunia dengan bunuh diri, meninggalkan memo yang menyatakan bahwa dia diberitahu oleh kepala pendidikan pada saat itu untuk "bunuh diri", dan Kantor Inspeksi Standar Tenaga Kerja Amagasaki (Prefektur Hyogo) mengenalinya sebagai kecelakaan pekerja pada hasil laporan penyelidikan yang dikeluarkan Februari tahun lalu.

Perjanjian penyelesaian tertanggal 23 Agustus 2022. Menurut laporan itu, Mitsubishi Electric mengakui bahwa seorang karyawan pria baru menderita penyakit mental dan bunuh diri karena pernyataan pengawas pendidikan yang menyangkal kepribadian dan kemanusiaannya.

Perusahaan akan membayar keluarga yang ditinggalkan sejumlah pembayaran (jumlah yang tidak diungkapkan).

Mitsubishi Electric mengatakan pada hari yang sama, "Kami berdoa untuk ketenangan jiwa almarhum dan menawarkan permintaan maaf yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami akan benar-benar akan mencegah masalah tenaga kerja terulang kembali dan berusaha untuk membuat Mitsubishi Electric baru di masa datang."

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved