Virus Corona

Setelah Deklarasikan Kemenangan dari Covid, Korea Utara Kini Sebut Kasus Demam Baru sebagai Flu

Setelah mendeklarasikan kemenangan dari Covid-19, Korea Utara kini menyebut kasus demam terbaru sebagai flu.

AFP/STR
Seorang dokter mempromosikan langkah-langkah pencegahan epidemi untuk mencegah penyebaran virus Corona di Pyongyang. - Setelah mendeklarasikan kemenangan dari Covid-19, Korea Utara kini menyebut kasus demam terbaru sebagai flu. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara menyebut kasus demam terbaru yang terdeteksi di wilayah perbatasannya dengan China sebagai penyakit flu, AP News melaporkan.

Sama seperti sebelum Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendeklarasiken kemenangan dari Covid-19, Pyongyang enggan menyebut demam sebagai virus Corona.

Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) mengatakan tes diagnostik sampel, sifat gejala, dan informasi yang diperoleh dari penelusuran kontrak membuat petugas kesehatan menyimpulkan bahwa demam disebabkan oleh virus influenza.

Para pasien telah kembali ke suhu normal, tambah KCNA.

Laporan dari KCNA muncul sehari setelah Korea Utara mengumumkan penguncian (lockdown) wilayah di Provinsi Ryanggang setelah empat orang menderita demam.

Namun kemudian, pejabat Korea Utara mencabut lockdown dan mendesak warga untuk menjaga kewaspadaan dengan terus memakai masker serta segera melapor ke otoritas kesehatan jika ada yang mengalami demam.

Baca juga: AS dan Korea Selatan Mulai Latihan Militer Gabungan Terbesar Mereka di Tengah Ancaman Korea Utara

Korea Utara mengakui kasus pertama Covid-19 pada Mei 2022.

Sejak saat itu, Pyongyang melaporkan sekitar 4,8 juta "kasus demam" di seluruh negara.

Para ahli mengatakan total kematian resmi negara itu yang berjumlah 74 sangat kecil, mengingat kurangnya alat kesehatan masyarakat di negara itu, dan vaksinasi Covid-19 yang rendah.

Korea Utara menyatakan tidak memiliki kasus virus Corona yang dikonfirmasi sejak 10 Agustus 2022.

Namun, Korea Utara bersikeras bahwa Korea Selatan bertanggung jawab atas wabah Covid-19 di negaranya.

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong, memperingatkan akan membalas Korea Selatan.

Korea Utara sebelumnya menuduh "hal-hal asing" di dekat perbatasan dengan Korea Selatan menjadi penyebab Covid-19 di negara yang terisolasi itu.

Terlepas dari larangan yang mulai berlaku pada tahun 2021, para aktivis Korea Selatan selama bertahun-tahun telah menerbangkan balon berisi selebaran propaganda dan dolar Amerika Serikat (AS) ke perbatasan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved