Dilanda Banjir Besar, Pakistan Minta Bantuan Internasional untuk Atasi Bencana

Pakistan meminta bantuan internasional untuk mengatasi banjir besar yang melanda negeri dan menyebabkan kehancuran dan menimbulkan banyak korban.

AFP
Orang-orang berkumpul di depan jalan yang rusak akibat banjir setelah hujan lebat di daerah Madian di Lembah Swat utara Pakistan pada 27 Agustus 2022. Ribuan orang yang tinggal di dekat sungai yang banjir di utara Pakistan diperintahkan untuk mengungsi pada 27 Agustus sebagai korban tewas akibat hujan monsun yang menghancurkan mendekati 1.000 tanpa akhir yang terlihat. 

TRIBUNNEWS.COM - Pakistan meminta bantuan internasional untuk mengatasi bencana  banjir yang menyebabkan kehancuran di seluruh negeri.

Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab dan lainnya telah berkontribusi pada seruan bencana monsun.

Meski begitu, Pakistan masih membutuhkan lebih banyak dana bantuan.

Demikian dikatakan oleh seorang Salman Sufi, pejabat kementerian dalam negeri, kepada BBC.

Lebih dari 1.000 orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi sejak Juni, kata Sufi.

Dia mengatakan pemerintah Pakistan telah melakukan segala daya untuk membantu masyarakat.

Baca juga: Pakistan Umumkan Keadaan Darurat Nasional, Korban Meninggal akibat Banjir Hampir Capai 1.000 Orang

Di barat laut Pakistan, ribuan orang meninggalkan rumah mereka setelah sungai-sungai di provinsi Khyber Pakhtunkhwa meluap, menyebabkan banjir bandang yang dahsyat.

"Rumah yang kami bangun dengan kerja keras bertahun-tahun mulai tenggelam di depan mata kami," kata Junaid Khan, 23, kepada kantor berita AFP.

"Kami duduk di pinggir jalan dan menyaksikan rumah impian kami tenggelam."

Provinsi Sindh di tenggara negara itu juga terkena dampak parah, dengan ribuan orang mengungsi dari rumah mereka.

Seorang pria menggendong putrinya yang sakit akibat banjir di Pakistan
Seorang pria (kanan) menggendong putrinya yang sakit di sepanjang jalan yang rusak akibat banjir setelah hujan lebat di daerah Madian di Lembah Swat utara Pakistan pada 27 Agustus 2022. Ribuan orang yang tinggal di dekat sungai yang banjir di utara Pakistan diperintahkan untuk mengungsi pada 27 Agustus saat jumlah korban tewas akibat hujan monsun yang menghancurkan mendekati 1.000 tanpa akhir yang terlihat.

Sufi mengatakan negara itu sangat membutuhkan lebih banyak dukungan internasional.

"Pakistan telah bergulat dengan masalah ekonomi tetapi sekarang tepat ketika kami akan mengatasinya, bencana monsun melanda," katanya.

Pendanaan dari banyak proyek pembangunan telah dialihkan ke orang-orang yang terkena dampak, tambahnya.

Ada orang-orang terlantar di semua desa yang kami lewati di Sindh.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved