Konflik Rusia Vs Ukraina

Inggris Beri Drone dan Pelatihan Ranjau Bawah Laut untuk Ukraina

Inggris memberikan drone dan akan memberikan pelatihan tentara Ukraina di Inggris untuk membersihkan ranjau di bawah laut.

Kementerian Pertahanan/Mahkota Hak Cipta/PA
Personel Ukraina di Inggris akan dilatih untuk menggunakan enam kendaraan otonom untuk membersihkan ranjau Rusia dari perairan Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Inggris memberikan drone bawah laut ke Ukraina.

Kementerian Pertahanan juga mengumumkan bahwa Inggris akan melatih personel Ukraina di Inggris untuk menggunakan drone tersebut sebagai alat pembersih garis pantai dari ranjau.

Puluhan personel Ukraina akan diajari untuk menggunakan kendaraan pemburu ranjau otonom oleh Angkatan Laut Kerajaan dan mitra AS selama beberapa bulan mendatang, dengan beberapa sudah memulai pelatihan mereka.

Mengutip The Guardian, enam kendaraan pemburu ranjau otonom sedang dikirim untuk mencari ranjau Rusia di perairan lepas pantainya.

Tiga kendaraan akan dikirim dari saham Inggris.

Sementara tiga lainnya akan dibeli dari industri.

Baca juga: Kecanggihan Mikro Drone Black Hornet Kiriman Inggris, Ukraina Bisa Intai Rusia Tanpa Terdeteksi

Kendaraan otonom ringan dapat digunakan di lingkungan pantai dangkal dan dirancang untuk beroperasi pada kedalaman hingga 100 meter untuk mendeteksi.

Kendaraan itu juga dapat mengidentifikasi ranjau melalui penggunaan serangkaian sensor.

Langkah itu dilakukan ketika Rusia telah mempersenjatai makanan dengan memblokade pelabuhan Laut Hitam negara itu untuk mencegah ekspor sambil menghancurkan pertanian Ukraina, yang telah mempengaruhi orang-orang termiskin di dunia karena harga pangan meningkat.

Hanya beberapa kapal pengangkut biji-bijian yang dapat meninggalkan Ukraina setelah kesepakatan yang ditengahi oleh PBB pada bulan Juli yang akan memungkinkan ekspor makanan.

Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina memeriksa persenjataan baru, termasuk sistem anti-tank NLAW dan peluncur granat anti-tank portabel lainnya, di Kyiv pada 9 Maret 2022, di tengah invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina. (Photo by GENYA SAVILOV / AFP)
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina memeriksa persenjataan baru, termasuk sistem anti-tank NLAW dan peluncur granat anti-tank portabel lainnya, di Kyiv pada 9 Maret 2022, di tengah invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina. (Photo by GENYA SAVILOV / AFP) (AFP/GENYA SAVILOV)

Namun, upaya untuk mendapatkan makanan ke luar negeri terus terganggu oleh ranjau laut yang ditempatkan oleh pasukan Rusia di sepanjang pantai Ukraina.

“Upaya sinis Rusia untuk menahan pasokan makanan dunia untuk tebusan tidak boleh dibiarkan berhasil," kata Menteri pertahanan, Ben Wallace.

“Peralatan dan pelatihan vital ini akan membantu Ukraina membuat perairan mereka aman."

"Membantu memperlancar aliran gandum ke seluruh dunia dan mendukung angkatan bersenjata Ukraina saat mereka berupaya mempertahankan garis pantai dan pelabuhan mereka.”

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved