Banjir Bandang di Pakistan

Banjir di Pakistan Telah Merenggut Ribuan Nyawa dan Merusak Ratusan Ribu Rumah

Banjir yang melanda Pakistan telah menewaskan sedikitnya 1.033 orang, termasuk 348 anak-anak, dan menyebabkan 1.527 lainnya terluka.

AFP/ABDUL MAJEED
Warga berkumpul di sebelah aliran air setelah hujan deras monsun di Mingora, sebuah kota di Lembah Swat utara Pakistan pada 27 Agustus 2022. - Ribuan orang yang tinggal di dekat sungai yang banjir di utara Pakistan diperintahkan untuk mengungsi pada 27 Agustus sebagai korban tewas dari hujan monsun yang menghancurkan mendekati 1.000 tanpa akhir yang terlihat dari banjir. (Photo by Abdul MAJEED / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD – Banjir yang melanda Pakistan telah menewaskan sedikitnya 1.033 orang, termasuk 348 anak-anak, dan menyebabkan 1.527 lainnya terluka.

Dilansir dari CNN, Senin (29/8/2022) Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA) negara itu mengatakan, 119 orang telah meninggal dan 71 terluka dalam waktu 24 jam terakhir.

“Setidaknya 33 juta orang telah terkena dampak bencana banjir,” kata Sherry Rehman, Menteri Perubahan Iklim Pakistan.

Baca juga: Sepertiga Wilayah Pakistan Terancam Tergenang Banjir, Pemerintah Minta Bantuan Internasional

Dia menyebut banjir itu belum pernah terjadi sebelumnya dan menganggap sebagai bencana kemanusiaan terburuk dalam dekade ini.

"Pakistan mengalami siklus monsun kedelapan, yang biasanya hanya memiliki tiga hingga empat siklus hujan," kata Rehman.

Dia menyoroti secara khusus dampak di selatan negara itu, menambahkan bahwa upaya bantuan "maksimum" sedang berlangsung.

“Tentara telah dikerahkan untuk membantu penyelamatan di daerah-daerah yang dilanda banjir,” kata Kementerian Dalam Negeri Pakistan.

Sementara itu, perwakilan dari angkatan bersenjata Pakistan mengatakan bahwa pusat bantuan banjir sedang didirikan di berbagai bagian negara itu untuk membantu pengumpulan, pengangkutan dan distribusi barang kepada korban banjir.

“Pasukan tentara juga membantu mengungsikan para korban banjir ke tempat yang lebih aman, menyediakan tempat berlindung, makanan dan memberikan perawatan medis kepada mereka yang terkena dampak banjir,” kata angkatan bersenjata.

Baca juga: Berita Foto : Potret Kerusakan Akibat Banjir Dahsyat di Pakistan

Di sisi lain, Rehman juga mengatakan bahwa Provinsi selatan Sindh, yang dilanda banjir parah, telah meminta 1 juta tenda, sedangkan di provinsi Balochistan yang sebagian besar terputus dari listrik, gas dan internet, telah meminta 100.000 tenda

"Prioritas Pakistan saat ini adalah menangani bencana kemanusiaan yang disebabkan oleh iklim," kata Rehman.

Sementara itu, Menteri Perencanaan dan Pembangunan, Ahsan Iqbal mengatakan bahwa 30 juta orang telah terkena dampaknya, angka yang akan mewakili sekitar 15 persen dari populasi Pakistan.

Baca juga: Selama 1996 hingga 2015: Bencana Alam Renggut 85.400 Nyawa di Pakistan

Menurut laporan terakhir NDMA, lebih dari 3.000 kilometer (1.864 mil) jalan, 130 jembatan dan 495.000 rumah telah rusak, ketika musim hujan mulai tiba sejak pertengahan Juni lalu

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved