Banjir Bandang di Pakistan

Tewaskan 1.000 Orang, Kerugian Akibat Banjir Bandang di Pakistan Mencapai 10 Miliar Dolar AS

Banjir bandang akibat hujan dengan intensitas lebat yang melanda Pakistan, menewaskan sedikitnya 1.000 orang

CNN Internasional
Seorang penduduk desa menggunakan dipan untuk menyimpan barang-barang yang dapat digunakan setelah menyelamatkan dari rumahnya yang dilanda banjir di Jaffarabad, Pakistan, pada akhir Agustus 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan memperkirakan kerugian dari bencana banjir bandang yang melanda negara itu mencapai 10 miliar dolar AS.

Dilansir dari Channel News Asia, Selasa (30/8/2022) banjir bandang akibat hujan dengan intensitas lebat yang melanda Pakistan, menewaskan sedikitnya 1.000 orang, merusak beberapa bangunan dan infrastruktur di negara tersebut.

Menteri perubahan iklim Pakistan, Sherry Rehman menyebut banjir itu sebagai bencana kemanusiaan terparah dalam dekade ini.

Baca juga: Banjir Bandang Pakistan, Kerusakan Jalan Utama Hambat Upaya Penyaluran Bantuan

"Secara harfiah, sepertiga dari wilayah Pakistan telah tergenang air.” kata Rehman.

“Kami belum pernah melihat yang seperti ini." tambahnya.

Sementara itu, Menteri perencanaan Pakistan, Ahsan Iqbal menilai banjir yang melanda Pakistan baru-baru ini merupakan yang terburuk.

"Sejauh ini kita telah kehilangan 1.000 nyawa manusia. Kerusakan hampir mencapai satu juta rumah," kata Iqbal.

"Penduduk benar-benar kehilangan mata pencaharian mereka sepenuhnya." imbuhnya.

Menurut Iqbal, diperlukan waktu lima tahun untuk membangun kembali dan merehabilitasi Pakistan.

Selain kerusakan bangunan, Pakistan juga dihadapkan pada bencana kekurangan pangan akibat banjir bandang tersebut.

Baca juga: Pakistan Dilanda Banjir Bandang, Lebih dari 1000 Orang Meninggal dan Ratusan Korban Dievakuasi

Untuk mengatasi kekurangan pangan, Menteri Keuangan Miftah Ismail mengatakan bahwa Pakistan akan mengimpor sayuran dari India.

"Kami dapat mempertimbangkan untuk mengimpor sayuran dari India," kata Ismail, seraya menambahkan bahwa Pakistan juga akan mengimpor bahan pangan lainnya dari Turki dan Iran.

Di samping itu, harga pangan di Pakistan diperkirakan akan melonjak akibat dari tanaman yang terendam banjir dan jalan yang tidak bisa dilalui.

Seorang analis juga mengatakan bahwa dampak dari bencana banjir bandang itu dapat menghancurkan Pakistan, yang sebelumnya telah dilanda krisis ekonomi akibat dari tingginya inflasi dan mata uang yang terdepresiasi serta defisit transaksi berjalan.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved