Vladimir Putin Serukan Perang ke Moldova Jika Terus Usik Tentara Rusia di Transnistria

aksi nekat rezim Moldova yang menangkap dua tentara Rusia yang sedang mendarat di Bandara Chisinau Transnistria menjadi pemicu kemarahan Rusia

AFP/ALEXANDER NEMENOV
Seorang tentara Rusia berpatroli di jalan Mariupol pada 12 April 2022. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengaku negaranya siap berperang dengan Republik Moldova, apabila negara tersebut terus mengusik keamanan pasukan Rusia di wilayah Transnistria. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengaku negaranya siap berperang dengan Republik Moldova, apabila negara tersebut terus mengusik keamanan pasukan Rusia di wilayah Transnistria.

Peringatan Rusia tersebut disampaikan Lavrov setelah Moldova aktif melakukan konfrontasi terhadap militer Rusia, dengan menyerukan kebijakan Russophobia atau fobia terhadap Rusia.

Tak sampai disitu, aksi nekat rezim Moldova yang menangkap dua tentara Rusia yang sedang mendarat di Bandara Chisinau Transnistria, pada bulan Juli lalu juga menjadi pemicu kemarahan Rusia. Hingga presiden Vladimir Putin mengancam akan menerjunkan angkatan perangnya untuk menyerang wilayah Moldova.

Baca juga: Lebih dari 900 Prajurit Khusus hingga Penerjun Payung Rusia Dilaporkan Tewas di Ukraina

"Setiap orang harus memahami bahwa setiap tindakan yang akan mengancam keamanan pasukan kami di Transnistria akan dianggap di bawah hukum internasional," jelas Lavrov dikutip dari Reuters.

Sebelum konfrontasi Rusia dan Moldova memanas, sejak awal tahun 1990-an Moskow diketahui telah lebih dulu menempatkan pasukannya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas Transnistria dari kelompok separatis pro-Rusia yang ingin merebut sebagian besar wilayah di Moldova.

Transnistria merupakan bagian wilayah Moldova yang diakui secara internasional. Namun wilayah itu masih mengandalkan bantuan yang kerap diberikan Rusia, hal ini bahkan membuat Transnistria menggantungkan diri pada negara pimpinan Putin tersebut.

Sayangnya niat baik Rusia yang diberikan bantuan untuk Transnistria ditolak Moldova, negara timur Eropa tersebut ingin agar Moskwa menarik pasukannya dari kawasan Transnistria.

Menurut Kementerian Luar Negeri Moldova, Daniel Voda keberadaan militer Rusia dapat memicu serangan sporadis hingga membuat wilayah Transnistria dengan Moldova menegang.

Menanggapi kecaman dan serangan dari Vladimir Putin, kini Moldova diketahui mulai mengajukan dialog damai dengan Rusia guna membahas masa depan Transnistria.

Baca juga: Rusia Menggertak Bakalan Bangun Pangkalan Jika NATO Lakukan Hal Sama di Wilayah Nordik

Tak hanya itu Voda juga menegaskan bahwa negaranya akan menjamin hak semua kaum minoritas termasuk penutur bahasa Rusia dalam dialog nanti. Cara ini diambil Moldova agar tak bernasib serupa dengan Ukraina.

"Moldova tetap berkomitmen penuh untuk dialog damai di (Transnistria) dan menyerukan Rusia untuk menarik pasukan yang ditempatkan secara ilegal di wilayah kami. Setiap saran dari pendekatan yang berbeda tidak berdasar," ujar Voda, melalui akun Twitternya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved