Film Dokumenter Jepang Masa Kini adalah Masa Lalu Dengan Sub-title Bahasa Indonesia

Film dokumenter "Ima ha mukashi" ('Masa Kini Adalah Masa Lalu) benar-benar menampilkan apa adanya keadaan Jepang saat perang dunia kedua

Richard Susilo
Bagian dari poster film dokumenter Masa Kini adalah Masa Lalu dalam bahasa Indonesia 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -   Film dokumenter "Ima ha mukashi" ('Masa Kini Adalah Masa Lalu) benar-benar menampilkan apa adanya keadaan Jepang saat perang dunia kedua beserta komentar dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia, kini telah dibuat dengan sub-title bahasa Indonesia.

"Hakikat dari “perang” yang saya temui dalam perjalanan untuk merenungkan almarhum ayah saya. Tanggal 18 September nanti ditayangkan dengan sub-title bahasa Indonesia sehingga bisa dilihat dan dinikmati dua bangsa Indonesia dan Jepang," papar sang Sutradara, Shinichi Ise, khusus kepada Tribunnews.com Senin (5/9/2022).

Film dokumenter yang sangat berharga itu akan ditayangkan di Hibiya Toshokan Bunkakan B1 Hibiya Convention Hall (Pintu keluar C4 stasiun Hibiya, atau Stasiun Uchisaiwaicho pintu A7, hanya 3 menit jalan kaki). Mulai jam 13:45 waktu Tokyo tanggal 18 September mendatang.

"Saya ingin mendengarkan suara yang tidak pernah diungkap selama ini,” paparnya lagi. Itulah sebabnya Ise membuat film tersebut dan disajikan kepada umum.

Dengan dalih untuk membebaskan dari kolonialisme Eropa, Jepang menduduki berbagai kawasan di Asia dalam Perang Pasifik.

Chonosuke Ise, seorang penyunting film Jepang, memproduksi sejumlah film propaganda yang membenarkan hegemoni Jepang di Asia. Film “Masa Kini adalah Masa Lalu” menelusuri perjalanan putranya, Shinichi Ise, seorang sineas film dokumenter Jepang, yang mulai melakukan riset sambil  mendokumentasikan film tersbeut tahun 2021, berwarna dengan panjang 88 menit.

"Saya ingin berusaha mengikuti jejak  ayah 30 tahun yang lalu," lanjutnya.

Sementara itu, sekitar 130 buah film propaganda yang diproduksi oleh Chonosuke, ternyata disimpan dan dirawat di Arsip Audio Visual Belanda (the Netherlands Institute for Sound and Vision).

Shinichi mencoba menemukan hakikat dari perang di Indonesia dengan mencari karya-karya dokumentasi ayahnya tersebut.

Bulan November tanggal 13 November akan diselenggarakan Festival Film Yogyakarta dan film ini akan ditayangkan pula di Yogya antara 15-17 November mendatang.

Kemudian film dibawa ke Jakarta, akan ditayangkan di Jakarta antara tanggal 21 dan 22 November 2022. Salah satu tempat penayangan kemungkinan di The  Japan Foundation Jakarta.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved