Jumlah Usia Muda yang Memiliki SIM di Jepang Berkurang 6,5 Juta Orang

Jumlah kalangan muda di Jepang yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) telah berkurang 6,5 juta orang dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Data kepolisian Jepang per 31 Desember 2021 menunjukkan jumlah kalangan usia muda di Jepang yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) telah berkurang 6,5 juta orang dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jumlah kalangan muda di Jepang yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) telah berkurang 6,5 juta orang dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

"Selama 20 tahun terakhir, jumlah kalangan usia belasan dan dua puluhan tahun yang memegang SIM (pada tahun fiskal saat ini) telah berkurang lebih dari 6,5 juta. Sekali lagi, angka yang mengejutkan dengan jumlah anak muda yang mendapatkan SIM semakin berkurang saat ini," papar sumber Tribunnews.com, Senin (5/9/2022).

Menurut statistik SIM untuk tahun 2021 (per 31 Desember 2021), ada sekitar 10.875.494 orang berusia remaja dan 20-an yang memiliki SIM.

"Membandingkannya dengan 20 tahun yang lalu, kita akan dihadapkan pada kenyataan yang mengejutkan," kata sumber itu.

Baca juga: Kantor Perusahaan Iklan di Jepang Digeledah terkait Kasus Korupsi Olimpiade & Paralimpiade Tokyo

Menurut statistik SIM versi 2001, 20 tahun yang lalu, jumlah pemegang SIM di usia remaja dan dua puluhan tahun adalah 17.427.185.

Dengan kata lain, jumlah pemegang lisensi di usia remaja dan dua puluhan telah berkurang 6.551.691 orang.

Pada tahun 2001, ada sekitar 17 juta orang berusia remaja dan 20-an yang memiliki SIM, tetapi pada tahun 2021, sekitar 10 juta orang berusia remaja dan 20-an akan memiliki SIM.

Pasar mobil domestik tampaknya tidak mengembangkan penjualan mobil untuk orang-orang muda sebanyak dulu.

Target saat ini adalah keluarga berusia 40-an dan 50-an, dan selebihnya adalah manula yang merupakan keturunan generasi mobil pribadi.

Per tahun 2021, jumlah penduduk 4,5 juta orang berusia 16 sampai 19 tahun. Lalu 12 juta orang berusia 20-an (perkiraan penduduk Kemendagri, 2021), total 16,5 juta orang.

Penyebab utamanya adalah penurunan jumlah penduduk karena hingga angka kelahiran yang menurun yang paling mengejutkan adalah jumlah remaja yang memiliki SIM.

Pada tahun 2001, ada 1,72 juta orang berusia 16 hingga 19 tahun yang memiliki SIM, tetapi pada tahun 2021 turun lebih dari setengahnya menjadi 840.000.

Baca juga: Pro Kontra Para Pimpinan Politik terkait Upacara Pemakaman Kenegaraan Mantan PM Jepang Shinzo Abe

Akibat pandemi Covid-10, sekolah mengemudi terpaksa banyak ditutup sementara dan dirampingkan, namun nyatanya pada tahun 2019 sebelum pandemi corona jumlahnya tidak jauh berbeda dengan 860.000 sekolah mengemudi.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved