Konflik Rusia Vs Ukraina

Menlu AS Sebut Pasukan Ukraina Buat Kemajuan Besar atas Serangan Balasan Terhadap Rusia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken mengatakan Ukraina telah membuat kemajuan yang signifikan dalam serangan balasan untuk Rusia.

AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara kepada pers tentang perang di Ukraina, di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, 17 Maret 2022. - Antony Blinken mengatakan Ukraina membuat kemajuan yang signifikan. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken yang berada di Meksiko untuk pembicaraan ekonomi, dimintai penilaiannya tentang perkembangan terakhir di Ukraina pada Senin (12/9/2022).

Menurut Blinken, serangan balasan Ukraina terhadap militer Rusia masih sangat dini.

Tetapi Blinken mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah membuat kemajuan yang signifikan.

Diketahui, pasukan Ukraina telah merebut kembali lusinan kota dalam beberapa hari terakhir, setelah Moskow meninggalkan benteng utamanya di timur laut Ukraina pada hari Sabtu (10/9/2022).

Itu menandai kekalahan terburuk Rusia sejak awal perang.

"Apa yang telah mereka lakukan direncanakan dengan sangat metodis, dan tentu saja itu diuntungkan dari dukungan signifikan dari Amerika Serikat dan banyak negara lain dalam hal memastikan bahwa Ukraina memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk menuntut serangan balasan ini," kata Blinken selama konferensi pers di Mexico City, sebagaimana dilansir CNA.

Baca juga: Pasukannya Mundur dari Ukraina, Rusia Andalkan Dukungan China

Blinken mengatakan, konflik Ukraina kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu karena Rusia masih memiliki kekuatan dan senjata yang sangat signifikan di Ukraina yang masih digunakan "tanpa pandang bulu" terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.

"Rusia melakukan agresi ini. Saya pikir mengingat harga yang harus dibayarnya, ia dapat dan harus menghentikannya," katanya.

Ukrain Rebut Kembali 6.000 km persegi Wilayah dari Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukannya telah merebut kembali 6.000 km persegi wilayah dari Rusia dalam serangan balasan bulan ini.

Hal itu menandai kekalahan terburuk Rusia dalam perang yang berlangsung hampir tujuh bulan.

“Sejak awal September, tentara kami telah membebaskan 6.000 kilometer persegi wilayah Ukraina di timur dan selatan, dan kami bergerak lebih jauh,” kata Zelensky dalam pidato hariannya, Senin (12/9/2022).

Pasukan Ukraina memperoleh lebih banyak keuntungan pada hari Senin, mendorong sampai ke perbatasan timur laut di beberapa tempat.

Ukraina juga mengklaim telah menangkap banyak tentara Rusia sebagai bagian dari serangan kilat yang memaksa Moskow untuk mundur dengan tergesa-gesa.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved