Pemerintah Jepang Putuskan tidak akan Lakukan Uji Coba Rudal ASAT

Pemerintah Jepang memutuskan untuk tidak melakukan uji coba rudal anti-satelit (ASAT) yang bersifat destruktif dan direct-ascent.

Editor: Dewi Agustina
Foto Wikipedia
ASM-135 ASAT adalah rudal anti-satelit multi-tahap yang diluncurkan oleh pesawat yang diproduksi di Amerika Serikat. Pemerintah Jepang memutuskan untuk tidak melakukan uji coba rudal anti-satelit (ASAT) yang bersifat destruktif dan direct-ascent. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang memutuskan untuk tidak melakukan uji coba rudal anti-satelit (ASAT) yang bersifat destruktif dan direct-ascent.

Hal ini dilakukan untuk secara aktif mendorong diskusi di forum internasional mengenai perkembangan norma perilaku yang bertanggung jawab di luar angkasa.

"Keputusan ini merupakan hasil pertimbangan Pemerintah Jepang setelah pengumuman Pemerintah AS untuk tidak melakukan uji coba rudal anti-satelit (ASAT) yang bersifat destruktif pada bulan April," ungkap sumber pejabat pemerintah Jepang kepada Tribnunnews.com, Selasa (13/9/2022).

Pada 12 September (waktu Amerika Serikat), keputusan ini diumumkan di Kelompok Kerja Terbuka PBB tentang pengurangan ancaman luar angkasa melalui norma, aturan, dan prinsip perilaku yang bertanggung jawab di luar angkasa.

Baca juga: Jepang Siap Luncurkan 1.000 Rudal Jarak Jauh untuk Lawan China

"Pemerintah Jepang akan terus berperan aktif untuk mewujudkan luar angkasa yang aman, stabil, dan berkelanjutan termasuk pengembangan norma-norma perilaku yang bertanggung jawab di luar angkasa," kata sumber itu.

Pada bulan April 2022, AS mengumumkan untuk tidak melakukan uji coba rudal anti-satelit (ASAT) yang destruktif.

Kanada juga mengumumkan untuk tidak melakukan uji coba rudal semacam itu di Kelompok Kerja Terbuka PBB yang diadakan pada bulan Mei ini.

Pemerintah Jepang saat ini menekankan sikap beladiri atas ancaman luar Jepang yang dianggap cukup berbahaya saat ini sehingga meningkatkan level kesiagaan internal untuk keamanan Jepang lebih tinggi lagi di tengah perang Rusia - Ukraina.

"Hal ini tentu untuk menjaga keselamatan rakyat Jepang atas berbagai ancaman dari luar yang kini tampaknya semakin tinggi risikonya," tambahnya.

Anggaran pertahanan Jepang terus meningkat dan melebihi angka 5,5 triliun yen untuk tahun fiskal 2023 mendatang.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved