Konflik Rusia Vs Ukraina

Tokoh Pro-Kremlin Mulai Pertanyakan Strategi Putin saat Pasukannya Kalah di Ukraina Timur

Pihak pro-pemerintah Rusia mulai mempertanyakan hingga mengkritik pasukan Putin setelah banyak wilayah yang berhasil direbut kembali oleh Ukraina.

AFP/JUAN BARRETO
Pejuang tentara Ukraina duduk di atas kendaraan bersenjata di kharkiv pada 9 September 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Photo by Juan BARRETO / AFP) - Pihak pro-pemerintah Rusia mulai mempertanyakan hingga mengkritik pasukan Putin setelah banyak wilayah yang berhasil direbut kembali oleh Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Tokoh pro-pemerintah Rusia mulai menyuarakan keprihatinan dan frustrasi atas kesuksesan serangan balasan Ukraina.

Selama akhir pekan, pasukan Kyiv berhasil merebut kembali hampir semua wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina dari pasukan Rusia.

Pengamat menilai, ini menjadi kemunduran terbesar pasukan Rusia sejak awal invasi.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut mundurnya pasukan dengan cepat ini sebagai "pengelompokan kembali" ke daerah-daerah yang dikuasai separatis di wilayah Donbas.

Namun para tokoh media dan pakar pro-Kremlin menilai ini sebagai pukulan bagi ambisi militer Rusia, lapor The Moscow Times

"Kami telah diberitahu bahwa semuanya berjalan sesuai rencana. Apakah ada yang benar-benar percaya bahwa enam bulan lalu rencananya adalah meninggalkan (kota) Balakliya, menangkis serangan balasan di wilayah Kharkiv dan gagal mengambil alih Kharkiv?" kata pakar politik, Viktor Olevich, dalam acara bincang politik di saluran NTV milik pemerintah, Jumat lalu.

Baca juga: Perang Sanksi Sebabkan Hubungan Jerman-Rusia Paling Buruk Sejak Perang Dunia II

Mantan anggota parlemen, Boris Nadezhdin, memberikan pandangan serius tentang prospek Rusia dalam perang jika tidak mengubah taktik yang digunakan sejauh ini.

"Sangat tidak mungkin untuk mengalahkan Ukraina menggunakan sumber daya dan metode perang kolonial yang digunakan Rusia untuk berperang, menggunakan tentara kontrak, tentara bayaran, tidak ada mobilisasi."

"Tentara yang kuat, didukung penuh oleh negara-negara paling kuat, menentang tentara Rusia," kata Nadezhdin.

Beberapa waktu lalu, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov yang merupakan pendukung invasi, juga mengkritik tentara Rusia setelah kehilangan sejumlah besar wilayah pendudukan di Ukraina timur.

"Saya bukan ahli strategi seperti yang ada di Kementerian Pertahanan. Tapi jelas bahwa kesalahan telah dibuat. Saya pikir mereka akan menarik beberapa kesimpulan," ujar Kadyrov, dalam pesan audio di Telegram.

Igor Strelkov, mantan komandan separatis pro-Moskow di Ukraina timur ikut buka suara.

Di akun Telegramnya, Strelkov memberi saran kepada pasukan Rusia.

"Sebagai hasil dari operasi yang sukses – jelas sesuai dengan rencana dan bahkan lebih cepat dari jadwal – untuk menyerahkan kota Izyum, Balakliya dan Kupiansk kepada mitra Ukraina yang dihormati. Saya mengusulkan untuk menyerahkan sebagian – setidaknya tiga area dekat perbatasan — wilayah Belgorod ke wilayah Kharkiv Ukraina," katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved