Ratu Elizabeth II Meninggal
Daftar Tamu di Pemakaman Ratu Elizabeth II, Putin dan Junta Myanmar Tak Diundang
Inilah daftar tamu yang akan hadir dan tidak diundang dalam acara pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II di London, Inggris.
Penulis:
Ika Nur Cahyani
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II pada Senin, 19 September 2022 akan dihadiri lebih dari 500 pejabat dari seluruh dunia.
Sejauh ini, belum ada daftar tamu resmi yang diterbitkan.
Namun undangan telah dikirim dan sejumlah pemimpin dunia telah mengkonfirmasi kehadirannya pada pemakaman Ratu Elizabeth II.
Berikut daftar tamu undangan di pemakaman Ratu Inggris, dilansir dari berbagai sumber:
1. Keluarga Kerajaan
Keluarga inti kerajaan dipastikan hadir dalam prosesi penting ini.
Raja Charles III yang baru dinobatkan akan hadir bersama sang istri Permaisuri Camilla.
Lalu pewarisnya, yakni Pangeran William bersama Kate Middleton serta ketiga anaknya.
Pangeran Harry serta istrinya, Meghan Markle juga akan dilibatkan.
Kemudian ada Putri Anne, anak kedua Ratu Elizabeth II, beserta keluarganya.
Terlepas dari tuduhan penyerangan seksual terhadap Pangeran Andrew, dia akan tetap hadir dan telah berpartisipasi dalam acara-acara setelah kematian Ratu.
Andrew adalah anak ketiga dari pernikahan Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip.
Terakhir yakni putra bungsu Ratu, Pangeran Edward bersama keluarganya.
2. Raja dan Ratu Negara Lain

Insider melaporkan, sejumlah raja dan ratu dari Eropa dan negara lainnya juga diundang dalam pemakaman Ratu.
Di antaranya ada Raja Philippe dan Ratu Mathilde dari Belgia; Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia dari Swedia; Raja Harald V dan Ratu Sonja dari Norwegia; Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako dari Jepang; Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima dari Belanda, dan mantan Ratu Belanda Putri Beatrix.
Lalu ada Grand Duke Henri dan Grand Duchess Maria Theresa dari Luksemburg; Pangeran Albert II dan Putri Charlene dari Monako; Raja Felipe dan Ratu Letizia dari Spanyol; dan Ratu Margrethe II dari Denmark.
Raja Yordania Abdullah II juga mengaku bersedia datang dalam acara pemakaman, lapor CNN.
3. Pemimpin Dunia
Perdana Menteri Inggris yang baru terpilih, Liz Truss akan hadir di pemakaman Ratu.
Truss bertemu dengan Ratu hanya dua hari sebelum dia meninggal.
Presiden AS, Joe Biden juga telah mengkonfirmasi kehadirannya dalam acara tersebut.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol termasuk di antara presiden yang menghadiri upacara pelepasan terakhir Ratu.
Para pemimpin sebagian besar negara Persemakmuran diharapkan hadir, dengan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bakal menempuh perjalanan hampir 24 jam.
Kendati demikian, tidak semua pemimpin dunia diundang.
Suriah, Venezuela, dan Afghanistan adalah tiga negara yang belum diminta untuk mengirim perwakilan, menurut kantor berita PA Media.

Sedangkan perwakilan dari Korea Utara dan Nikaragua telah diundang hanya di tingkat duta besar, lapor PA.
Para pemimpin Rusia, Belarusia dan Myanmar juga akan absen.
Menurut laporan Insider, Presiden Vladimir Putin tidak diundang.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tidak dapat hadir karena konflik yang sedang berlangsung.
Meskipun Putin mengucapkan selamat atas kenaikan takhta Raja Charles III, hubungan diplomatik antara Inggris dan Rusia telah runtuh sejak invasi Rusia ke Ukraina, ungkap sumber pemerintahan Inggris kepada CNN.
Presiden Belarus, Alexander Lukashenko juga merupakan sekutu dekat Presiden Putin.

Baca juga: Setelah Telepon Putin, Sekjen PBB Sebut Peluang Perdamaian Rusia-Ukraina Sangat Kecil
Baca juga: Fakta Peti Mati Ratu Elizabeth II, Dibuat Puluhan Tahun Lalu dari Kayu Ek dan Dilapisi Timah
Myanmar juga tidak akan diundang, menyusul kudeta di negara itu tahun lalu.
Setelah pemakaman, Ratu Elizabeth II akan dikebumikan di Kapel St. George di Kastil Windsor.
Di sana merupakan tempat kedua orang tuanya, adiknya, Putri Margaret, dan suaminya, Pangeran Philip, juga dimakamkan.
Pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II yang akan digelar di Westminster Abbey, London digadang-gadang menjadi salah satu acara diplomatik terbesar abad ini.
Acara ini akan dihadiri hingga 2.000 orang dengan lebih dari 500 pejabat dari seluruh dunia.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)