Survei Mainichi: Dukungan terhadap PM Jepang Fumio Kishida Capai Titik Terendah, Hanya 29 Persen

Dukungan terhadap Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mencapai titik terendah saat ini, yakni hanya 29 persen.

Editor: Dewi Agustina
Foto Kantei
PM Jepang Fumio Kishida. Dukungan terhadap Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mencapai titik terendah saat ini, yakni hanya 29 persen. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dukungan terhadap Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mencapai titik terendah saat ini, yakni hanya 29 persen.

Mainichi Shimbun dan Pusat Penelitian Sosial melakukan jajak pendapat nasional pada tanggal 17 September dan 18 September 2022.

Peringkat persetujuan Kabinet Kishida adalah 29 persen, turun 7 poin dari 36% dalam survei sebelumnya pada 20 Agustus dan 21 Agustus.

Hasil jajak pendapat ini menjadi pertama kalinya sejak pemerintahan mulai menjabat pada Oktober 2021 dengan peringkat persetujuan kabinet turun di bawah 30% dan pertema kali sebagai dukungan terendah dari masyarakat.

Baca juga: PM Fumio Kishida Minta UKM Laporkan Transaksi Tidak Adil Dari Perusahaan Besar Jepang

Pada survei sebelumnya, turun 16 poin dibandingkan survei sebelumnya, dan tren penurunan terus berlanjut.

Tingkat penolakan (tidak mendukung) adalah 64%, meningkat 10 poin dari waktu sebelumnya (54%).

Selain itu, peringkat persetujuan LDP (Partai Demokrat Liberal Jepang) turun 6 poin dari sebelumnya (29%) menjadi 23%.

Dukungan kepada LDP ini juga yang terendah sejak April 2020, ketika metode survei saat itu dimulai.

Penurunan peringkat persetujuan Kabinet dan peringkat persetujuan Partai Demokrat Liberal dipengaruhi oleh masalah dengan Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Unifikasi Dunia (sebelumnya Gereja Unifikasi) dan pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Hanya 12% yang menjawab bahwa mereka "menghargai" tanggapan pemerintahan Kishida terhadap isu bekas Gereja Unifikasi, jauh lebih rendah dari 72% yang "tidak menghargai".

Sebanyak 16% mengatakan mereka tidak bisa mengatakan keduanya.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Partai Demokrat Liberal tentang hubungan antara mantan Gereja Unifikasi dan anggota parlemen partai, 14% mengatakan itu "cukup," jauh lebih rendah dari 76% yang mengatakan itu "tidak cukup."

Baca juga: Sanae Takaichi Mengaku Bingung Ditunjuk PM Jepang Kishida Gantikan Posisi Takayuki Kobayashi

Di antara pendukung LDP, 50% menjawab bahwa itu "tidak cukup."

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved