Konflik Rusia Vs Ukraina

Vladimir Putin Ancam Gunakan Nuklir, Indonesia Harap Perang Rusia-Ukraina Segera Capai Solusi

Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Kamis (21/9/2022) menyatakan akan memobilisasi sekira 300 ribu tentara cadangan secara parsial ke Ukraina.

Editor: Adi Suhendi
Mikhail Metzel / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI), Teuku Faizasyah berharap konflik Rusia dan Ukraina dapat segera mencapai solusi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Kamis (21/9/2022) menyatakan akan memobilisasi sekira 300 ribu tentara cadangan secara parsial ke Ukraina.

Perang yang telah berlangsung berbulan-bulan itu ia sebut bukan hanya perang menghadapi Ukraina saja, melainkan juga berperang dengan negara-negara Barat.

Putin menyatakan tidak akan ragu membalas menggunakan senjata nuklir jika Barat menyerang Rusia dengan nuklir.

Sebab dia mengungkap adanya beberapa pejabat tinggi NATO yang membenarkan penggunaan senjata Nuklir.

Baca juga: Mengenal Mobilisasi Parsial Rusia, Pengerahan Pasukan Militer Cadangan Vladimir Putin ke Ukraina

Menanggapi pernyataan Presiden Rusia, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI), Teuku Faizasyah berharap konflik antara kedua belah pihak dapat segera mencapai solusi.

Indonesia berharap tidak ada keputusan yang diambil yang menciptakan kehancuran dari konflik ini.

"Indonesia dan umumnya negara-negara di dunia sangat berharap bahwa konflik bisa segera mencapai satu solusi dan dijauhkan dari penghancuran, penggunaan senjata nuklir. Oleh karena itu kita semua berharap tidak ada pengambilan keputusan yang menciptakan kehancuran karena penggunaan senjata nuklir dalam konflik yang terjadi saat sekarang," kata Faizasyah pada press briefing mingguan Kemlu RI, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Sekutu Putin dan Pasukan Rusia yang Ditahan Ukraina Ditukar dengan 200 Tentara Batalion Azov

Ia menegaskan sudah ada pengalaman di masa lalu tentang buruknya penggunaan nuklir di masa Perang Dunia II.

"Kita tidak ingin terjadi kehancuran serupa seperti yang pernah dialami masyarakat dunia di masa lalu," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved