Konflik Rusia Vs Ukraina

Hari ke-4 Referendum, Pemungutan Suara Dilakukan Door to Door dan Diawasi Aparat Rusia

Pemungutan suara untuk referendum di empat wilayah Ukraina digelar dari pintu ke pintu serta diawasi pejabat keamanan Rusia.

OLGA MALTSEVA / AFP
Dalam file foto yang diambil pada tanggal 20 September 2022, sebuah papan iklan yang mempromosikan layanan kontrak tentara dengan gambar seorang prajurit dan slogan bertuliskan "Melayani Rusia adalah pekerjaan nyata" berada di Saint Petersburg. Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi militer parsial dan bersumpah pada 21 September untuk menggunakan "segala cara" untuk melindungi wilayah Rusia, setelah wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow tiba-tiba mengumumkan referendum pencaplokan. Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa sekitar 300.000 tentara cadangan akan dipanggil. - Pemungutan suara untuk referendum di empat wilayah Ukraina digelar dari pintu ke pintu serta diawasi pejabat keamanan Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemungutan suara dalam referendum yang digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang dikuasai separatis serta pasukan Rusia, memasuki hari keempat pada Senin (26/9/2022).

Referendum di empat wilayah Ukraina ini diyakini sebagai cara Rusia mencaplok wilayah Ukraina.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan adanya balasan jika Rusia menggunakan senjata nuklir untuk melindungi wilayah yang dicaplok.

Pejabat Ukraina membeberkan teknis pemungutan suara selama referendum.

Menurut keterangan Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai, pemungutan suara yang terjadi di empat wilayah di Ukraina timur dilakukan pejabat lokal yang didukung Moskow.

Mereka, menurut Haidai, membawa kotak surat dari pintu ke pintu atau door to door dan ditemani pejabat keamanan.

Baca juga: Vladimir Putin Perintahkan Mobilisasi Militer, Warga Rusia Eksodus ke Perbatasan

Dilansir Reuters, Haidai mengatakan nama-nama warga yang tidak memilih referendum atau menolak memberikan suara akan dihapus. 

"Seorang wanita berjalan di jalan dengan apa yang tampak seperti mikrofon karaoke memberitahu semua orang untuk mengambil bagian dalam referendum," tambah gubernur dalam sebuah wawancara yang diposting online.

"Perwakilan pasukan pendudukan pergi dari apartemen ke apartemen dengan kotak suara. Ini surat suara rahasia, kan?" imbuhnya.

Pasukan Rusia menguasai empat wilayah atau sekitar 15 persen bagian Ukraina.

Jika dibandingkan dengan luas sebuah negara, Rusia tengah menggelar referendum di wilayah yang kurang lebih seukuran Portugal.

Sebelumnya Krimea, yang kira-kira luasnya sama dengan Belgia, juga dicaplok Rusia pada 2014.

Parlemen Rusia dapat bergerak untuk meresmikan aneksasi dalam beberapa hari.

Dengan memasukkan wilayah Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia ke dalam Rusia, Moskow dapat menggambarkan upaya untuk merebutnya kembali sebagai serangan terhadap Rusia sendiri.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved