Presiden Jokowi Lepas Pengiriman Bantuan untuk Pakistan, Total Nilai Capai Rp 18 Miliar

Sekitar 33 juta orang terdampak banjir “monsoon steroid" yang disebut Sekjen PBB sebagai “climate carnage", termasuk 650.000 ibu hamil

AFP/FIDA HUSSAIN
Pemandangan dari udara ini menunjukkan daerah pemukiman yang terendam banjir di kota Dera Allah Yar setelah hujan lebat di distrik Jaffarabad, provinsi Balochistan pada 30 Agustus 2022. - Upaya bantuan ditingkatkan di seluruh Pakistan yang banjir pada 30 Agustus untuk membantu puluhan juta orang yang terkena dampak bencana tanpa henti hujan muson yang telah menenggelamkan sepertiga negara dan merenggut lebih dari 1.100 nyawa. (Photo by Fida HUSSAIN / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -   Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melepas bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk korban banjir dan longsor di Pakistan, Senin (26/9/2022) di Bandara Soekarno Hatta.

Pengiriman bantuan dilakukan dengan 2 pesawat khusus dalam bentuk paket obat-obatan, tenda, pakaian, selimut, kantong tidur, kelambu, dan generator.

"Total bantuan hibah non-tunai dari Indonesia untuk Pakistan adalah senilai 1,2 juta USD (Rp 18 miliar) dengan berat tonase sekitar 90 ton," ungkap Kementerian Luar Negeri (Kemlu) lewat pernyataannya.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam karena jatuhnya korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor. 

Kemlu RI menyatakan Presiden Jokowi juga menjanjikan penyaluran bantuan dana hibah sebesar 1 juta USD atau Rp 15,1 miliar dan akan mengirimkan tim medis ke Pakistan.

Baca juga: Jokowi Sampaikan Duka Cita untuk Korban Banjir Bandang di Pakistan

Tim Bantuan Kemanusiaan yang diberangkatkan ke Pakistan dengan dua pesawat Garuda hari ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dengan anggota tim Ketua Komisi 8 DPR RI Ashabul Kahfi, Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu serta perwakilan dari K/L terkait lainnya.

Saat ini tengah dilakukan assessment kebutuhan mendesak di lokasi yang terdampak banjir oleh Tim dari BNPB dengan berkonsultasi langsung dengan  Kemlu, Kemenko PMK.

Banjir bandang di Pakistan telah mengakibatkan korban lebih dari 1.600 orang tewas, dan menenggelamkan sepertiga wilayah Pakistan

Sekitar 33 juta orang terdampak banjir “monsoon steroid" yang disebut Sekjen PBB sebagai “climate carnage", termasuk 650.000 ibu hamil (73.000 diantaranya akan melahirkan).

Kerusakan akibat banjir ditaksir mencapai USD 30 miliar di mana 2 juta rumah rusak, dan kerusakan fasilitas umum seperti 23.900 sekolah, 1.460 fasilitas kesehatan, dan kerusakan jalan sepanjang 13.000 km. 

Lebih dari 2 juta hektar lahan pertanian juga tersapu Para pengungsi mulai terancam penyakit paska banjir seperti DBD, malaria, dan diare.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved