Konflik Rusia Vs Ukraina

Militer Ukraina Kepung Pasukan Rusia di Donetsk saat Putin Rayakan Kemenangan Aneksasi

Pasukan Ukraina dilaporkan berhasil mengepung pasukan Rusia di Donetsk, sementara Putin merayakan pencaplokan 4 wilayah Ukraina.

Anatolii STEPANOV / AFP
Prajurit Pasukan Militer Ukraina berjalan di sepanjang jalur pada posisi mereka di garis depan dengan separatis yang didukung Rusia, dekat desa Novognativka, wilayah Donetsk pada 21 Februari 2022. - Pasukan Ukraina dilaporkan berhasil mengepung pasukan Rusia di Donetsk, sementara Putin merayakan pencaplokan 4 wilayah Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM - Pasukan Ukraina dilaporkan mengepung pasukan Rusia di Lyman, distrik Kramatorsk, Donetsk yang merupakan salah satu wilayah yang dicaplok Kremlin.

Tentara Ukraina telah memasuki Stavky yakni desa tetangga Lyman, lapor Serhii Cherevatyi, juru bicara militer untuk kelompok timur pasukan Ukraina.

"Kelompok Rusia di daerah Lyman dikepung. Permukiman Yampil, Novoselivka, Shandryholove, Drobysheve, dan Stavky dibebaskan. Langkah-langkah stabilisasi sedang berlangsung di sana," kata Cherevatyi dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, pada Sabtu (1/10/2022).

"(Pembebasan) Lyman penting, karena ini adalah langkah lain menuju pembebasan Donbas Ukraina. Ini adalah kesempatan untuk melangkah lebih jauh ke Kreminna dan Severodonetsk. Oleh karena itu, pada gilirannya, secara psikologis sangat penting," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pasukan Ukraina saat ini sedang mengatur nada untuk "memutuskan jalannya permusuhan ini."

Menurutnya, ada banyak korban tewas dan terluka.

Baca juga: Rusia Veto Resolusi PBB yang Menolak Pencaplokan Ukraina, China dan India Pilih Abstain

Namun ia tidak dapat memberikan rinciannya, karena operasi tersebut masih berjalan.

Dilansir CNN, Rusia menggunakan Lyman sebagai pusat logistik untuk operasinya di wilayah tersebut. 

Kejatuhan pasukan Kremlin di wilayah ini, akan menjadi keuntungan paling signifikan Ukraina sejak melancarkan serangan balasan yang sukses di Kharkiv bulan lalu.

Kepala administrasi militer regional Luhansk, Serhiy Hayday mengungkap rincian mengenai serangan di Lyman pada Sabtu ini.

Ia mengatakan, pasukan Rusia sudah bermaksud untuk mundur namun tidak dibiarkan oleh Ukraina.

"Penjajah meminta (atasannya) kemungkinan untuk mundur, dan mereka ditolak. Dengan demikian, mereka memiliki dua opsi."

"Tidak, mereka sebenarnya memiliki tiga pilihan. Cobalah menerobos, menyerah, atau semua orang di sana akan mati," kata Hayday.

"Ada beberapa ribu dari mereka. Ya, sekitar 5.000. Belum ada angka pasti. Lima ribu masih pengelompokan kolosal. Belum pernah ada kelompok sebesar itu dalam pengepungan sebelumnya. Semua rute untuk pasokan amunisi atau mundurnya kelompok semuanya sepenuhnya diblokir," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved