Konflik Rusia Vs Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin Rilis Dekrit, Kherson dan Zaporizhzhia Kini Sah Masuk Bagian Kremlin

Rusia mengadakan aneksasi bagi empat wilayah Ukraina yang pekan lalu telah melakukan referendum.

Mikhail Metzel / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin resmi meneken dekrit yang mengakui dua wilayah Ukraina, yakni Kherson dan Zaporozhye sebagai negara berdaulat dan merdeka. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin resmi meneken dekrit yang mengakui dua wilayah Ukraina, yakni Kherson dan Zaporozhye sebagai negara berdaulat dan merdeka.

"Saya memerintahkan pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan negara" Zaporizhia dan Kherson di Ukraina selatan,” kata Putin dalam dekrit presiden yang dikeluarkan Kamis malam (29/9/2022).

Pengakuan kedaulatan Kherson dan Zaporozhye disampaikan Putin di Georgievsky Hall di Istana Grand Kremlin pada Jumat (30/9/2022) pukul 3 sore waktu setempat, dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan ini di ungkap Putin setelah sebelumnya Rusia mengadakan aneksasi bagi empat wilayah Ukraina yang pekan lalu telah melakukan referendum.

Baca juga: Hungaria Enggan Dukung Rencana Sanksi Putaran Kedelapan Uni Eropa untuk Rusia, Ini Sebabnya

Meningkatnya jumlah warga Kherson dan Zaporozhye yang menyertakan diri ingin bergabung dalam bagian Rusia, membuat Putin mempercepat proses aneksasi wilayah ini.

Tercatat selama referendum kemarin, 87,05 persen penduduk Kherson memilih menyatakan kemerdekaan dan bergabung dengan Federasi Rusia, sementara 93,23 persen penduduk Zaporozhye juga mendukung gagasan untuk berpisah dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.

Jatuhnya dua wilayah asal Ukraina ini terjadi setelah pasukan Rusia berhasil merebut Kherson dan Zaporozhye dari tentara Kiev, semenjak saat itu pemerintah setempat mempertimbangkan ide untuk bergabung dengan Rusia, sebelum akhirnya Putin menggelar referendum pada awal pekan lalu.

Meski proses referendum dan pencaplokan wilayah tersebut dianggap tidak sah dan ilegal oleh PBB dan sejumlah pemimpin negara Barat, namun hal tersebut tak lantas membuat Putin melepas kekuasanya dari wilayah Kherson, Zaporozhye, Donetsk, serta Lugansk.

Justru Putin menyatakan bahwa pihaknya akan terus melindungi keempat wilayah tersebut dari apa yang disebutnya penganiayaan terhadap etnis Rusia dan penutur bahasa Rusia oleh Ukraina.

Rencananya usai keempat wilayah tadi melakukan aneksasi, parlemen Rusia diketahui akan langsung melakukan proses ratifikasi atau pencaplokan pada 7 Oktober.

Menanggapi aksi aneksasi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diketahui telah mengadakan pertemuan darurat pada hari Jumat di Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasionalnya.

Beberapa rincian diberikan, akan tetapi para pejabat mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan keputusan mendasar untuk melawan pencaplokan wilayah yang dilakukan Rusia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved