Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Tegur Uni Eropa Gara-gara Tunda Pemberian Bantuan

Pernyataan ini disampaikan Penasehat Ekonomi Utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Oleg Ustenko, merujuk pada kekurangan anggaran besar-besaran.

1027superhits
European Investment Bank. Penundaan bantuan ekonomi dari Uni Eropa (UE) ke Ukraina 'tidak dapat diterima' dan harus diselesaikan untuk mencegah bencana. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KIEV - Penundaan bantuan ekonomi dari Uni Eropa (UE) ke Ukraina 'tidak dapat diterima' dan harus diselesaikan untuk mencegah bencana.

Pernyataan ini disampaikan Penasehat Ekonomi Utama untuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Oleg Ustenko, merujuk pada kekurangan anggaran besar-besaran.

Hal itu karena UE akhirnya hanya menyetujui paket bantuan lainnya senilai 4,9 miliar dolar Amerika Serikat atau setara 5 miliar euro.

Dikutip dari laman Russia Today, Selasa (4/10/2022), ia mengecam blok Eropa itu setelah setuju untuk memberikan bantuan lain pada pertengahan Oktober dan akhir tahun ini.

Pejabat senior Ukraina itu pun menegaskan bahwa kebutuhan negaranya harus dipenuhi secara 'lebih cepat'.

"Menteri keuangan kami berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, saat ia mengirimkan cek ini ke militer, ke dana pensiun, kita harus memastikan uang ini ada ditangannya. Jadi penundaan satu minggu atau beberapa minggu tidak dapat kami terima," kata Ustenko.

Sementara itu, UE pada awalnya menyetujui bantuan 8,8 miliar dolar AS atau setara 9 miliar euro pada Mei lalu, ini hanya sebagian kecil dari yang telah dikirim sejauh ini.

Baca juga: Pejabat Rusia Ungkap Kremlin Terus Awasi Upaya Ukraina Gabung NATO

Langkah terbaru akan memecah pembayaran sebesar 4,9 miliar dolar AS atau setara 5 miliar euro menjadi tiga angsuran yang akan ditransfer sebelum akhir 2022, meskipun sisa paket asli kemungkinan tidak akan dikirim sampai tahun depan.

Perlu diketahui, kesepakatan hari Senin itu menyusul perdebatan berbulan-bulan yang terjadi antara negara-negara anggota UE mengenai bentuk pasti bantuan yang harus diambil, dengan Jerman berargumen untuk mendukung hibah daripada pinjaman.

Jerman telah menerima rencana untuk memberikan 4,9 miliar dolar AS terbaru sebagai pinjaman, namun UE belum mencapai konsensus tentang dana yang tersisa.

Di sisi lain, Ukraina sangat bergantung pada bantuan asing sejak serangan Rusia dimulai pada Februari lalu, dengan output ekonomi negara itu mencapai 40 persen pada tahun ini dan pemerintahannya menghadapi kesenjangan anggaran sekitar 5 miliar dolar AS per bulan.

Saat AS telah berlomba untuk menyuntikkan uang tunai ke Ukraina, menyetujui sekitar 20 miliar dolar AS dalam bantuan ekonomi dan kemanusiaan saja, UE justru lebih ragu-ragu, alih-alih mengirim lebih dari 13 miliar dolar AS diantara semua anggotanya.

Pengiriman senjata Amerika ke Ukraina juga telah menurunkan jumlah pengiriman senjata dari Eropa, mencapai hampir sepuluh kali lipat.

AS dilaporkan telah memperhatikan perbedaan tersebut, dengan pejabat AS baru-baru ini mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden 'telah menekan Eropa untuk berbuat lebih banyak' untuk mendukung Ukraina dan mengambil 'lebih banyak pembagian beban'.

Pembicaraan tentang bantuan masa depan dari UE ini akan dilakukan pada pertemuan mendatang di Berlin, Jerman pada akhir bulan ini, di mana Ustenko menyuarakan harapan bahwa negara-negara anggota harus diyakinkan untuk mempercepat proses.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved