Konflik Rusia Vs Ukraina

Hentikan Operasional di Rusia, H&M Tutup Lebih dari 42 Toko di 23 Kota Sejak September

Ritel H&M yang sebelumnya mebuka toko di Rusia untuk menjual sisa barang, telah menutup 42 dari 98 toko - sekitar 40 persen - sejak September 2022.

Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
(FILES) Dalam file foto yang diambil pada 14 Maret 2022, seorang wanita berjalan melewati toko H&M (Hennes&Mauritz;) yang tutup di sebuah pusat perbelanjaan di Moskow. Peritel mode Swedia H&M mengatakan pada 18 Juli 2022 telah memutuskan untuk menghentikan operasi di Rusia, setelah menghentikan semua penjualan di sana pada Maret menyusul invasi Moskow ke Ukraina. Perusahaan mengutip "tantangan operasional saat ini dan masa depan yang tidak terduga" sebagai dasar keputusan. - Ritel H&M yang sebelumnya mebuka toko di Rusia untuk menjual sisa barang, telah menutup 42 dari 98 toko - sekitar 40 persen - sejak September 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Ritel H&M yang sebelumnya membuka toko di Rusia untuk menjual sisa barang, telah menutup 42 dari 98 toko sejak September 2022.

Layanan pers perusahaan membagikan informasi tersebut kepada TASS.

"Mulai September, penutupan bertahap toko H&M Group di Rusia berlanjut," kata seorang perwakilan dari layanan pers.

"Sampai saat ini, 4 Oktober, ada 42 toko di 23 kota Rusia telah ditutup," imbuhnya.

H&M sebelumnya mengumumkan keputusan untuk secara bertahap menghentikan operasi di Rusia.

H&M, jaringan ritel pakaian dan aksesoris terbesar di Eropa telah beroperasi di Rusia sejak 2009.

Baca juga: Hengkang dari Rusia, Laba H&M Dilaporkan Mengalami Penurunan Drastis

Mengoperasikan 170 toko offline di Rusia

Dikutip Reuters, H&M, peritel mode terbesar kedua di dunia, menyewa 170 toko offline-nya di negara tersebut dan mengoperasikannya secara langsung.

Sementara produsen furnitur Swedia, Ikea memilih untuk mengadakan penjualan online saja mulai 5 Juli 2022.

Peritel mode yang berbasis di AS TJX dan pengecer mode terbesar Polandia LPP telah memutuskan untuk menjual bisnis mereka di Rusia.

Sementara saingan terbesar H&M, Inditex, belum memutuskan apakah akan menarik diri untuk selamanya.

Kepala eksekutifnya, García Maceira mengatakan kepada pemegang saham bulan lalu bahwa mereka akan terus memantau situasi.

Baca juga: Barat Tuding Vladimir Rekrut Narapidana Jadi Pasukan di Garis Depan Invasi ke Ukraina

Berita lain terkait dengan Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved