Konflik Rusia Vs Ukraina

Amerika Serikat Dorong Ukraina untuk Buka Negosiasi Perdamaian dengan Rusia

Para pejabat AS menilai perang yang berkepanjangan akan membuat harga pangan semakin mahal dan juga disertai dengan lonjakan harga energi.

Editor: Hendra Gunawan
AFP/HANDOUT
Gambar selebaran yang diambil dan dirilis oleh Polisi Nasional Ukraina pada 9 Oktober 2022 ini menunjukkan sebuah rumah yang rusak setelah serangan di Zaporizhzhia, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. - Serangan rudal Rusia semalam menewaskan sedikitnya 12 orang di Zaporizhzhia, kata pihak berwenang pada 9 Oktober 2022, dalam serangan mematikan terbaru yang menghantam kota Ukraina selatan yang oleh Presiden Volodymyr Zelensky disebut sebagai kejahatan mutlak. (Photo by Handout / National Police of Ukraine / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Pemerintahan Biden secara pribadi mendorong para pemimpin Ukraina untuk membuka negosiasi dengan Rusia dan membatalkan penolakan publik mereka untuk terlibat dalam pembicaraan damai kecuali Presiden Vladimir Putin dilengserkan dari kekuasaan.

Dilansir dari Reuters, Senin (7/11/2022) surat kabar Washington Post mengungkapkan bahwa keputusan yang dibuat oleh Pemerintahan Biden tersebut tidak ditujukan untuk mendorong Ukraina ke meja perundingan, melainkan untuk memastikan Kyiv mempertahankan dukungan dari negara-negara lain.

Di samping itu, para pejabat AS menilai perang yang berkepanjangan akan membuat harga pangan semakin mahal dan juga disertai dengan lonjakan harga energi.

Baca juga: Putin Teken UU untuk Mobilisasi Warga Rusia yang Dihukum Karena Kejahatan Berat

"Kelelahan Ukraina adalah hal yang nyata bagi beberapa mitra kami," tulis Washington Post, mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih tidak segera berkomentar ketika ditanya apakah laporan itu akurat, sementara juru bicara Departemen Luar Negeri menanggapi dengan mengatakan:

“Kami telah mengatakannya sebelumnya dan akan mengatakannya lagi. Jika Rusia siap untuk bernegosiasi, Rusia harus menghentikan bom dan misilnya serta menarik pasukannya dari Ukraina,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

"Kremlin terus meningkatkan perang ini. Kremlin telah menunjukkan keengganannya untuk secara serius terlibat dalam negosiasi bahkan sebelum meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina,” imbuhnya.

Juru bicara itu juga mencatat pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Jumat (4/11), di mana Zelenskiy mengatakan: "Kami siap untuk perdamaian, untuk perdamaian yang adil dan adil, formula yang telah kami suarakan berkali-kali."

Adapun, penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan bahwa dukungan Washington untuk Ukraina akan tetap "tidak tergoyahkan dan teguh" bahkan setelah pemilihan paruh waktu.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved