Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Rusia di Donetsk Sebut Jenderalnya Cari Muka ke Kepala Staf Umum dengan Maju ke Pertempuran

Tentara Rusia merasa telah "dilemparkan" ke dalam pertempuran yang tidak dipahami jenderalnya yang hanya ingin terlihat baik di mata kepala staf umum.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Miftah
ALEXANDER NEMENOV / AFP
Tentara Rusia berjalan di sepanjang jalan di Mariupol pada 12 April 2022. - Tentara Rusia merasa telah "dilemparkan" ke dalam pertempuran yang tidak dipahami jendralnya yang hanya ingin terlihat baik di mata kepala staf umum. 

TRIBUNNEWS.COM - Tentara Rusia di Donetsk, Ukraina timur, merasa telah "dilemparkan" ke dalam pertempuran yang tidak dipahami jenderalnya.

Hal itu disampaikan tentara dari Brigade ke-155 Marinir Armada Pasifik Rusia.

Jenderal Muradov melibatkan mereka ke dalam pertempuran itu untuk membuatnya terlihat baik di mata Kepala Staf Umum, Jenderal Valery Gerasimov.

"Sekali lagi kami dilemparkan ke dalam pertempuran yang tidak dapat dipahami oleh Jenderal Muradov dan saudara iparnya, rekan senegaranya Akhmedov, sehingga Muradov bisa mendapatkan bonus untuk membuatnya terlihat baik di mata Gerasimov," kata tentara dalam surat sebagaimana dikutip CNN.

Surat itu, yang diterbitkan oleh blog militer Rusia terkemuka pada hari Senin, dikirim ke gubernur Primorsky Krai.

Akibat dari pertempuran itu, Brigade ke-155 Marinir Armada Pasifik Rusia kehilangan sekitar 300 orang, dan 50 persen peralatan.

Baca juga: Korea Utara Bantah Telah Pasok Senjata ke Rusia

"Sebagai akibat dari serangan yang direncanakan dengan hati-hati oleh para komandan besar, kami kehilangan sekitar 300 orang, tewas dan terluka, dengan beberapa MIA selama 4 hari terakhir," kata tentara.

"Kami kehilangan 50 persen dari peralatan kami. Itu brigade kami sendiri."

Dalam surat itu, tentara juga menyebut bahwa komando distrik telah menyembunyikan fakta-fakta tersebut dan mengubah statistik korban resmi karena takut dimintai pertanggungjawaban.

"Komando distrik bersama dengan Akhmedov menyembunyikan fakta-fakta ini dan mengubah statistik korban resmi karena takut dimintai pertanggungjawaban," kata tentara.

Selanjutnya, tentara bertanya kepada Gubernur Oleg Kozhemyako, berapa lama orang seperti Muradov dan Akhmedov akan dibiarkan terus merencanakan aksi militer.

"Berapa lama orang biasa-biasa saja seperti Muradov dan Akhmedov akan dibiarkan terus merencanakan aksi militer hanya untuk menjaga penampilan dan mendapatkan penghargaan dengan mengorbankan nyawa begitu banyak orang?," kata tentara.

Belum terkonfirmasi berapa banyak tentara yang menandatangani surat atau pangkat mereka, tetapi Kozhemyako mengkonfirmasi bahwa dia telah menerima surat dari tentara unit tersebut.

Lebih lanjut, berikut update perang antara Rusia dan Ukraina, Selasa (8/11/2022), dikutip dari The Guardian.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved