Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskiy: Ukraina Tidak Akan Berikan Satu Sentimeter Tanah kepada Rusia

Pasukan Ukraina dipersenjatai dengan sistem roket multi-peluncuran HIMARS buatan AS, telah menembakkan dua roket ke arah kota Stakhanov di Luhansk.

Editor: Seno Tri Sulistiyono
Kolase Foto Tribunnews
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengisyaratkan bahwa pasukannya tidak akan menyerah dalam pertempuran di wilayah Donetsk, Ukraina Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, KYIV – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengisyaratkan bahwa pasukannya tidak akan menyerah dalam pertempuran di wilayah Donetsk, Ukraina Timur.

"Aktivitas penjajah tetap pada tingkat yang sangat tinggi dan menghasilkan puluhan serangan setiap hari," kata Zelenskiy dalam pidato Selasa (8/11) malam.

"Mereka menderita kerugian yang luar biasa tinggi, tetapi perintahnya tetap sama yakni untuk maju di batas administrasi wilayah Donetsk. Kami tidak akan memberikan satu sentimeter pun dari tanah kami kepada mereka," imbuhnya.

Baca juga: Inggris Akan Bawa Isu Perang Ukraina - Rusia pada Meja KTT G20 RI di Bali 

Seperti diketahui, pasukan Ukraina telah melakukan serangan dalam beberapa bulan terakhir, sementara Rusia berupaya untuk mempertahankan wilayah Ukraina yang masih didudukinya dengan memanggil ratusan ribu pasukan cadangan selama sebulan terakhir.

Di sisi lain, kantor berita Rusia TASS juga melaporkan bahwa pasukan Ukraina yang dipersenjatai dengan sistem roket multi-peluncuran HIMARS buatan AS, telah menembakkan dua roket ke arah kota Stakhanov di Luhansk, yang dikenal di Ukraina sebagai Kadiivka.

Dilansir dari Reuters, Rabu (9/11/2022) Zelenskiy juga mengatakan dalam pidatonya bahwa sekitar 4 juta penduduk di 14 wilayah termasuk ibukota Kyiv, akan hidup tanpa aliran listrik.

“Pemadaman listrik tiap jam yang dijadwalkan akan memengaruhi seluruh negara pada Rabu (9/11),” kata Ukrenergo, operator jaringan listrik Ukraina.

Secara terpisah, tiga perempat dari 193 anggota Majelis Umum mengecam invasi Rusia dalam pemungutan suara pada Maret, dan pada Oktober mereka mengutuk pencaplokan yang diproklamirkan sendiri atas bagian-bagian Ukraina.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved