Tragedi Pesta Halloween di Korsel

Tim Investigasi Selidiki Sejumlah Kecurigaan & Rumor terkait Tragedi Itaewon yang Tewaskan 156 Orang

Tim investigasi khusus polisi menyelidiki sejumlah kecurigaan dan rumor terkait tragedi mematikan Halloween Itaewon Seoul, Korea Selatan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
AFP/ANTHONY WALLACE
Tim investigasi khusus polisi menyelidiki sejumlah kecurigaan dan rumor terkait tragedi mematikan Halloween Itaewon Seoul, Korea Selatan. Wartawan (kanan) berjalan di antara barang-barang pribadi yang diambil oleh polisi dari lokasi ledakan kerumunan Halloween yang fatal yang menewaskan lebih dari 150 orang di distrik Itaewon dipajang di gimnasium untuk dikumpulkan oleh kerabat korban, di Seoul pada 1 November 2022.(Photo by Anthony WALLACE / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Tim investigasi khusus polisi untuk tragedi mematikan Halloween Itaewon Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada 29 Oktober lalu, saat ini masih menyelidiki sejumlah kecurigaan dan rumor.

Ini dilakukan di tengah kritikan bahwa penyelidikan 'mengarah ke arah yang salah', dan sengaja membebaskan otoritas pemerintah dari tanggung jawab.

Dikutip dari laman www.koreaherald.com, Sabtu (12/11/2022), Juru bicara tim investigasi Kim Dong-wook mengatakan pada Jumat kemarin bahwa mereka telah memeriksa terkait kecurigaan seputar laporan tim intelijen Kantor Polisi Yongsan yang memperingatkan bahaya sebelum tragedi naas itu terjadi.

Laporan itu di antaranya termasuk kekhawatiran tentang periode Halloween, ini disampaikan oleh seorang pejabat dari tim intelijen sebelum tragedi.

Baca juga: Serikat Damkar Seoul Keberatan Jadi Kambing Hitam Tragedi Halloween di Itaewon

Namun beberapa atasan dilaporkan memerintahkan agar bagian yang menyebutkan kekhawatiran itu dihapus, dan bahkan memerintahkan seluruh dokumen awal untuk dihapus setelah tragedi yang menewaskan 156 orang itu.

Sejauh ini, tim investigasi telah menggerebek kantor Badan Kepolisian Nasional (NPA), Polisi Metropolitan Seoul, Kantor Polisi Yongsan dan Hotel Hamilton yang berada tepat di sebelah lokasi tragedi.

Pada Kamis lalu, tim telah menetapkan tujuh orang atas tuduhan terkait dengan tragedi Itaewon, termasuk Wali Kota Yongsan-gu Park Hee-Yeong, mantan Kepala Kantor Polisi Yongsan Lee Im-jae, CEO Hamilton Hotel dan beberapa petugas di Kantor Polisi Yongsan.

Diantara mereka, seorang pejabat intelijen Kantor Polisi Yongsan ditemukan tewas pada Jumat sore di rumahnya.

Penyebab resmi terkait kematiannya pun belum dikonfirmasi.

Namun, Kementerian Administrasi dan Keamanan Publik, yang mengkoordinasikan situasi bencana nasional justru belum diselidiki.

Ini menimbulkan dugaan bahwa pemerintah Korsel sedang mencoba mengalihkan tanggung jawab.

Baca juga: Komunikasi Radio antara Tim Penyelamat selama Tragedi Halloween Itaewon Korsel Dirilis

Menanggapi kritik bahwa penggeledahan dan penyitaan Kementerian Dalam Negeri tidak dilakukan, tim investigasi mengatakan bahwa peninjauan hukum harus dilanjutkan.

"Jika relevansi dakwaan dan kebutuhan untuk penggeledahan serta penyitaan diakui, lembaga mana pun akan menjalani prosedur," tegas tim investigasi.

Tim investigasi juga memanggil dua orang yang terlihat mengenakan topeng pengantin di lokasi kejadian pada hari naas itu, untuk memeriksa rumor di media sosial bahwa mereka sengaja menyemprotkan minyak alpukat ke jalanan Itaewon, yang menyebabkan para pengunjung terpeleset.

Kedua pria yang mengenakan topeng itu kemudian dibebaskan setelah dilakukannya penyelidikan pada Jumat kemarin.

Sebelumnya, tim investigasi telah melacak pria yang mengenakan kostum ikat rambut kelinci.

Karena menurut rumor, seorang pria yang memakai kostum telinga kelinci itu berteriak 'dorong' dan kemudian diduga memicu dimulainya tragedi ini.

Namun orang itu juga dibebaskan setelah menjalani penyelidikan.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved