BBC

Kisah penaklukan padi: Dari budaya Rijsttafel hingga usaha menghidupkan kembali benih padi lestari 

Kisah padi adalah kisah penaklukan. Di masa kolonial, bangsawan Belanda menciptakan Rijsttafel sebagai pertanda 'tingginya peradaban'.…

Di atas tungku atau meja saji, padi bisa bertransformasi menjadi hampir apa saja: Nasi kuning yang lezat, nasi uduk yang gurih, nasi liwet yang pas, lontong, ketupat, dan lainnya.

Bulir-bulir padi tak hanya menghasilkan hidangan yang lezat, tapi juga menghidangkan banyak cerita. Dan penaklukan adalah salah satu kisahnya. 

“Ketika mereka [kolonialis Belanda] melihat pribumi makan dengan menu nasi, sayur, lauk pauk dengan lesehan… itu buat mereka merupakan bentuk rendahnya peradaban,” kata Fadly Rahman, sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung. 

Karena itulah mereka kemudian menciptakan tata boga yang kelak disebut dengan Rijsttafel

Kisah tentang padi dan bagaimana tanaman ini menandai kejayaan dan keruntuhan sebuah era dapat Anda simak selengkapnya dalam siniar Flora Carita melalui tautan ini.

Anda juga dapat mendengarkan podcast Flora Carita melalui Spotify dan Apple Podcast, serta platform podcast lain pilihan Anda. 

Dengarkan pula episode-episode lainnya yang berkisah tentang tanaman berbeda.

Rijstaffel adalah sajian mewah para bangsawan koloni Belanda. Disajikan a la francaise, di rumah-rumah gedong atau hotel-hotel mewah di kota-kota besar di nusantara. 

Segala nasi dan lauknya termasuk masakan asli nusantara asli ditakar sedikit-sedikit di piring saji—mirip di rumah makan Padang mewah zaman sekarang.

Lauk dan pendampingnya ada beragam: ada perkedel, semur, sayur lodeh, acar, sate, kerupuk, sambal dan puluhan menu lainnya.

Pada akhir abad ke-19, Hindia Belanda memang sedang makmur-makmurnya berkat kebijakan Tanam Paksa dan berkat keterlibatan modal swasta. 

Baca juga:

Gaya hidup kaum bangsawan bermunculan. Dansa-dansi di kamar bola, menonton komedi stamboel dan drama, lalu makan-makan mewah yang diciptakan khusus kaum bangsawan dan raja. 

Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved