Konflik Rusia Vs Ukraina

Buntut Insiden Rudal, Jerman Tawarkan Bantuan Militer ke Polandia

Jerman telah menyarankan pengiriman jet tempur dalam misi patroli ke Polandia sebagai 'tanggapan segera' atas insiden rudal tewaskan dua orang.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Wahyu Aji
WoW - Wolski o Wojnie / Facebook via The Guardian
Kawah dampak rudal di Przewodów, distrik Hrubieszów, Polandia. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Jerman telah menyarankan pengiriman jet tempur dalam misi patroli ke Polandia sebagai 'tanggapan segera' atas insiden, di mana dua orang petani tewas dalam ledakan rudal di sebuah desa yang tidak jauh dari perbatasan dengan Ukraina.

Proyektil itu pun diduga milik pasukan Ukraina yang dikirim 'salah sasaran'.

"Kami akan menawarkan polisi udara Polandia yang ditingkatkan dengan patroli udara tempur. Ini bisa kami kirimkan besok, jika Polandia menginginkannya," kata Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman Christian Thiels dalam jumpa pers pada Rabu lalu.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (18/11/2022), menurut kementerian itu, jet tidak perlu dipindahkan ke wilayah Polandia karena mereka dapat menerbangkan misi langsung dari pangkalan Jerman.

Dikatakan pula bahwa Menteri Pertahanan Christine Lambrecht diharapkan membahas masalah ini dengan Menteri Pertahanan Polandia, Mariusz Błaszczak.

Kendati demikian, jumlah pasti jet Eurofighter Jerman yang dapat dikirim untuk berpatroli di langit Polandia belum dibahas.

Sebelumnya, pesawat tempur Jerman melakukan misi serupa pada Juli lalu di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Ukraina dan Rusia.

Polandia sejauh ini belum mengomentari inisiatif yang diajukan Jerman.

Tawaran itu muncul sehari setelah ledakan rudal menewaskan dua warga sipil di desa Przewodow, Polandia, tidak jauh dari perbatasan negara itu dengan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pun langsung menyalahkan Rusia atas insiden tersebut, mengklaim bahwa proyektil itu berasal dari Rusia dan pendaratannya di tanah Polandia adalah serangan terhadap keamanan kolektif NATO, sehingga ia mendesak dilakukannya pembalasan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Polandia pada awalnya memang mengklaim bahwa rudal tersebut 'buatan Rusia'.

Namun akhirnya, Presiden Polandia Andrzej Duda mengakui bahwa itu kemungkinan besar adalah rudal pertahanan udara Ukraina.

Baca juga: Ukraina Minta Bantuan Rudal ‘Patriot’ dari Amerika Serikat

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut klaim tentang keterlibatan Rusia sebagai aksi 'provokasi' yang bertujuan untuk meningkatkan ketegangan.

Pada Rabu lalu, sehari setelah insiden itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terus menegaskan bahwa yang menghantam wilayah Polandia bukan merupakan rudal milik Ukraina.

Kata-katanya ini akhirnya memicu reaksi kritis dari Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang mengatakan 'belum ada buktinya'.

Sumber

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved