Konflik Rusia Vs Ukraina

Perdamaian Masih Jauh, Rusia-Ukraina Hanya Berdebat di Media

Meski telah banyak usulan agar perang Rusia-Ukraina segera diakhiri, namun nyatanya upaya tersebut masih belum akan terjadi.

Editor: Hendra Gunawan
Southfront.org
Artileri berat Rusia Malka 2 dijadikan senjata utama menghancurkan infrantri Ukraina di wilayah Donbass. Howitzer ini menggunakan peluru kaliber 202 mm. Soal negosiasi perdamaian, pihak Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky hanya memperdebatkannya di media massa. 

TRIBUNNEWS.COM – Meski telah banyak usulan agar perang Rusia-Ukraina segera diakhiri, namun nyatanya upaya tersebut masih belum akan terjadi.

Soal negosiasi perdamaian, pihak Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky hanya memperdebatkannya di media massa.

Moskow menuding Kiev hanya ingin membuat negosiasi perdamaian menjadi tontonan belaka.

Tudingan tersebut muncul setelah Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan pada hari Rabu bahwa dia ingin melakukan negosiasi dengan Rusia dalam "format publik", daripada di balik pintu tertutup.

Baca juga: Zelensky Sampaikan 10 Tuntutan Ukraina di G20 Bali, Keselamatan Radiasi hingga Pertemuan Damai

“Rusia tidak mengubah posisi terbuka untuk negosiasi – tidak seperti Kiev, yang pertama kali meminta [negosiasi], kemudian meninggalkannya, dan sekarang siap untuk memperbaruinya tetapi mengajukan prasyarat yang tidak pantas,” kata sumber itu seperti dikutip kKantor berita Rusia RIA Novosti pada Kamis (17/11/2022).

“Gagasan baru Kiev tentang negosiasi 'publik', yang merupakan upaya untuk mengubah diplomasi menjadi acara TV, membuktikan niatnya yang tidak serius.”

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menjawab bahwa gagasan negosiasi publik “tidak ada.”

“Satu hal yang jelas, pihak Ukraina tidak ingin ada pembicaraan,” tambahnya.

Negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina dimulai tak lama setelah Moskow meluncurkan operasi militernya di negara tetangga pada akhir Februari.

Namun, pembicaraan yang berarti gagal pada bulan April, dengan Moskow menuduh Kiev menyabotase proses tersebut.

Bulan lalu, Zelensky menandatangani dekrit tentang "ketidakmungkinan" negosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pemimpin Ukraina tampaknya membalikkan posisinya minggu lalu, dengan mengatakan bahwa Kiev siap untuk melakukan pembicaraan dalam beberapa kondisi, seperti "pemulihan integritas teritorial [Ukraina]" dan kompensasi kerusakan oleh Moskow.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Grushko menyebut tuntutan ini “tidak dapat diterima.”

Sebelumnya, Preiden Amerika Serikat Joe Biden secara pribadi mendorong para pemimpin Ukraina untuk membuka negosiasi dengan Rusia dan membatalkan penolakan publik mereka untuk terlibat dalam pembicaraan damai kecuali Presiden Vladimir Putin dilengserkan dari kekuasaan.

Baca juga: Rusia Sebut Tuduhan Rudal di Polandia Berpotensi Picu Perang Dunia Ketiga

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved